JAKARTA, HOTTOPIC – Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka terus menurun. Survei Poltracking Indonesia pada Agustus 2026 mencatat tingkat kepuasan sebesar 55,1 persen.
Angka itu turun dari 58,4 persen pada Juli 2026. Pada Mei, kepuasan publik masih berada di 72,2 persen, sedangkan pada Maret mencapai 74,1 persen. Setahun sebelumnya, pada Oktober 2025, angkanya 78,1 persen.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan penurunan tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, meski tingkat kepuasan masih berada di atas 50 persen.
“Tren tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka Agustus 2026 cenderung menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya,” ujar Hanta dalam pemaparan hasil survei Poltracking Indonesia belum lama ini.
Ekonomi Jadi Persoalan Utama
Tekanan ekonomi dan daya beli masyarakat menjadi salah satu persoalan yang disoroti Poltracking. Sebanyak 44,3 persen responden menyebut mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai persoalan utama.
Persoalan lapangan kerja juga menjadi perhatian. Sebanyak 57,3 persen responden menilai pemerintah belum berhasil menurunkan angka pengangguran.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa penilaian publik terhadap pemerintah tidak hanya berkaitan dengan kebijakan, tetapi juga dengan kondisi ekonomi yang mereka rasakan sehari-hari.
Program Pemerintah Ikut Dievaluasi
Poltracking juga menyoroti pelaksanaan program prioritas pemerintah, di antaranya Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
Program prioritas, menurut Poltracking, perlu dievaluasi agar pelaksanaannya tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi memberi manfaat yang dirasakan masyarakat.
Kinerja menteri dan komunikasi pemerintah menjadi persoalan lain. Pemerintah dinilai perlu memperbaiki komunikasi agar kebijakan lebih mudah dipahami publik.
Dua persoalan lain yang masuk catatan adalah penegakan hukum dan pemberantasan korupsi serta penguatan mekanisme checks and balances.
Kepercayaan Pemerintah Juga Turun
Sejalan dengan kepuasan, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran juga mengalami penurunan.
Poltracking mencatat 63,2 persen responden masih percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran pada Agustus 2026. Sebanyak 32,5 persen tidak percaya, sedangkan 4,3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Angka kepercayaan itu turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025. Pada Maret 2026 berada di 75,1 persen, kemudian 74,2 persen pada Mei dan 65 persen pada Juli.
Meski masih mayoritas, tren tersebut menunjukkan ruang kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin menyempit.
Lima Rekomendasi Poltracking
Atas temuan tersebut, Poltracking memberikan lima rekomendasi kepada pemerintah.
Pertama, menjaga daya beli masyarakat dan memperluas lapangan kerja. Kedua, mengevaluasi implementasi program prioritas.
Ketiga, meningkatkan kinerja menteri dan komunikasi pemerintah. Keempat, memperkuat penegakan hukum serta pemberantasan korupsi.
Kelima, memperkuat checks and balances sekaligus menjaga keharmonisan hubungan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
Metodologi Survei
Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 14–20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi.
Survei menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei menunjukkan kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih berada di atas 50 persen. Namun, penurunan dari 78,1 persen pada Oktober 2025 menjadi 55,1 persen pada Agustus 2026 menjadi sinyal yang perlu diperhatikan pemerintah.
Jurnalis: HOTTOPICnews Network
Editor; Basuki

