Mataram, HOTTOPIC – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mendorong pelibatan talenta lokal secara masif dalam ajang bergengsi MotoGP Mandalika 2026. Langkah strategis ini diambil guna memaksimalkan dampak ekonomi sirkular bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi sarana transfer ilmu dalam mengelola ajang olahraga otomotif internasional.
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 diproyeksikan membutuhkan sekitar 400 marshal dan 2.500 volunteer. Antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda di NTB, sangat tinggi yang dibuktikan dengan jumlah pendaftar volunteer yang telah melampaui angka 4.000 orang.
Selain penyerapan tenaga kerja, pemerintah daerah juga berfokus pada perluasan manfaat ekonomi bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Berbagai produk unggulan daerah seperti kuliner, kerajinan tangan, dan produk kreatif akan diberikan ruang yang lebih luas selama perhelatan berlangsung agar perputaran uang dari wisatawan asing maupun domestik dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.
Secara keseluruhan, pelibatan aktif talenta lokal ini dinilai bukan sekadar pengisian posisi kerja sementara, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk sumber daya manusia lokal yang berdaya saing global serta menguasai standar kerja internasional.
“Selain itu, keterlibatan talenta lokal juga menjadi ruang transfer pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola event kelas dunia,” ujarnya di Mataram, Selasa (15/9/2026).
“Harapan kita MotoGP tahun ini menjadi penyelenggaraan yang lebih baik, dengan lebih banyak melibatkan masyarakat, volunteer lokal, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi,” kata Iqbal.
“Pengalaman dan pengetahuan tersebut akan tetap dimiliki talenta NTB bahkan setelah MotoGP berakhir,” ujar mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki tersebut.
Di sisi lain, persiapan fisik dan fasilitas pendukung di Sirkuit Mandalika terus dikebut. Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, mengonfirmasi bahwa kesiapan infrastruktur kini telah mencapai sekitar 80 persen, meliputi penyempurnaan kelistrikan, akomodasi, transportasi, hingga sistem pengamanan.
Perhelatan tahun ini juga membawa pesan promosi pariwisata baru yang lebih spesifik untuk menonjolkan potensi daerah ke kancah global melalui perubahan slogan resmi.
“Kalau tahun sebelumnya kita membawa semangat Dari Indonesia Mendunia, tahun ini kita ingin lebih spesifik, Dari Mandalika Mendunia,” kata Troy.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

