NTB, HOTTOPIC – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mencatat total transaksi sebesar Rp4,2 miliar selama gelaran Festival Pertamina Energizing Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Angka transaksi tersebut diraih dari penjualan produk usaha mikro dan kecil (UMK) binaan serta official merchandise selama perhelatan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan bahwa ajang internasional ini menjadi sarana strategis bagi UMK untuk meningkatkan skala usaha.
“Ajang Pertamina Grand Prix bukan sekadar tontonan balap kelas dunia, tetapi juga momentum emas bagi UMK Indonesia untuk naik kelas. Melalui Festival Pertamina Energizing Indonesia di Mandalika, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Pertamina memberikan multiplier effect secara langsung terhadap perekonomian masyarakat lokal di Lombok,” kata Ahad Rahedi dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Ahad merinci, dari total Rp4,2 miliar tersebut, penjualan official merchandise menyumbang kontribusi terbesar yakni sekitar Rp3,4 miliar. Sementara itu, bazar UMK mencatatkan angka penjualan lebih dari Rp800 juta.
Pencapaian sektor bazar UMK pada tahun ini mengalami kenaikan signifikan, yakni sebesar 207 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp260 juta.
Dalam festival tersebut, sebanyak 30 UMK binaan Pertamina di wilayah Lombok dilibatkan untuk memasarkan produk unggulan mereka di area belakang tribun Grandstand A Sirkuit Mandalika. Para peserta merupakan penerima manfaat program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok dan Integrated Terminal (IT) Ampenan.
Berbagai produk dipamerkan mulai dari makanan dan minuman, kerajinan tangan, produk kecantikan, hingga layanan refleksi. Salah satu pelaku UMK binaan, Didik Wahyudi dari KabaRBaik Coffee, mengungkapkan kepuasannya atas kesempatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina. Berjualan di dekat tribun Grandstand A Mandalika memberikan pengalaman luar biasa bagi kami, karena produk kami bisa dilihat dan dibeli oleh wisatawan dari berbagai belahan dunia. Omzet yang kami dapatkan selama tiga hari ini jauh melampaui ekspektasi,” ujar Didik.
Senada dengan Didik, Sudiman dari Mina Tenun, salah satu program CSR unggulan AFT Bandara Internasional Lombok, menilai pendampingan Pertamina sangat membantu perajin lokal dalam memperluas akses pemasaran produk tenun mereka ke pasar internasional.
Pertamina berharap keterlibatan aktif UMK dalam ajang olahraga bertaraf internasional ini dapat terus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal serta memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar kawasan Mandalika.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

