Jakarta, HOTTOPIC – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM JAYA) melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan izin pelaksanaan IPO akan diberikan dengan mempertimbangkan kondisi pasar.
“Sekali lagi, dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan kalau pasarnya baik, saya mengizinkan PAM JAYA untuk IPO di tahun 2027 nanti,” kata Pramono di Halte Bendungan Hilir PAM JAYA Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan persiapan perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencapai sekitar 93 persen. Sejumlah hal internal dan eksternal masih perlu diselesaikan.
“Persiapan kami sudah, mungkin kalau di-scoring-kan, sudah angka 93 persen. Jadi, saat ini kami masih terus ingin menyelesaikan beberapa hal internal dan eksternal,” ujar Arief.
Salah satu tahapan yang masih berjalan adalah memperoleh persetujuan DPRD DKI Jakarta terkait rencana IPO. Setelah persetujuan didapat, PAM JAYA akan menyelesaikan laporan audit untuk laporan keuangan tahun buku 2026.
Arief mengatakan PAM JAYA juga telah berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI sebagai bagian dari persiapan melantai di bursa.
Kondisi pasar modal tetap menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam menentukan waktu pelaksanaan IPO. Menurut Arief, hal itu merupakan bagian dari mitigasi risiko sebelum PAM JAYA menawarkan saham kepada publik.
Pemprov DKI berharap PAM JAYA terus meningkatkan kontribusinya dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat Jakarta. Perusahaan itu ditargetkan mampu memenuhi 100 persen kebutuhan air bersih di Jakarta pada 2029.
Pewarta: M. Qori’
Editor: Saiful Muhlis

