Mataram, HOTTOPIC – Universitas Mataram (Unram) merancang sistem mitigasi kebakaran melalui Sade Integrated Recovery & Reconstruction Masterplan dalam proses rekonstruksi Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Tim Cepat Tanggap (TCT) Sade Unram, Rini Srikus Saptaningtyas, mengatakan bahwa rekonstruksi kawasan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali bangunan yang terdampak kebakaran, tetapi juga mencakup peningkatan aspek keamanan dan kenyamanan secara menyeluruh.
“Keamanan dalam arti yang semula listrik asal tempel sana-sini, nanti kami setting,” ujar Rini pada Sabtu (5/9/2026).
Dalam penyusunan rencana induk ini, tim teknis merancang sistem kelistrikan bawah tanah serta pemasangan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap bale. Selain itu, terdapat pula rencana penggunaan sistem sprinkler otomatis yang mampu mengeluarkan air saat mendeteksi asap atau perubahan suhu tertentu, serta penyediaan hidran sebagai sistem perlindungan tambahan.
Terkait akses evakuasi, tim juga merancang jalur keluar tambahan guna mempermudah akses bagi masyarakat maupun pengunjung saat kondisi darurat.
“Jadi enggak lagi nanti orang keluar balik lagi ke tempat kita masuk, tapi ada jalan keluar di samping kanan itu,” kata Rini.
Selain infrastruktur keamanan, tim juga tengah memetakan kontur kawasan untuk sistem drainase yang disesuaikan dengan kondisi teknis, sosial, ekonomi, dan budaya setempat. Meski mengintegrasikan teknologi modern, pihak universitas memastikan bahwa seluruh rekonstruksi tetap mempertahankan karakter arsitektur tradisional, mulai dari bentuk bale tani, bale bonter, bale kodong, sekenem, hingga berugak.
Penerapan teknologi mitigasi dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak identitas tradisional bangunan. Sebagai kesimpulan, seluruh proses rekonstruksi yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian rencana induk, ditargetkan rampung pada akhir September, dengan tetap memegang teguh kearifan lokal masyarakat setempat.
“Jadi kita tetap mengacu asal mula bale yang awal itu seperti apa. Jadi kita malah membalikkan lagi ke kondisi semula,” tegas Rini.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

