Mataram, HOTTOPIC – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan konservasi terhadap puluhan artefak senjata untuk mencegah kerusakan akibat korosi yang dapat mengancam keberlangsungan benda bernilai sejarah dan budaya tersebut.
Kasi Pengkajian dan Perawatan Koleksi Museum NTB, Ardi Aulia Rahman, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara preventif terhadap kondisi koleksi sebelum memulai proses konservasi.
“Kami sudah memilah sekitar 50 senjata dalam bentuk keris yang menjadi bahan konservasi untuk target bulan ini,” ujar Ardi, Senin (31/8/2026).
Ardi menuturkan perawatan terhadap koleksi artefak museum dilakukan melalui dua tahap, yakni preventif dan kuratif. Pemeriksaan preventif dilakukan dengan mengecek kondisi koleksi, termasuk membersihkan kotoran yang menempel pada keris. Adapun tindakan kuratif dilakukan terhadap artefak yang telah mengalami korosi atau karat, sehingga membutuhkan penanganan secara lebih serius.
Menurut dia, mayoritas artefak senjata berbahan besi rentan mengalami karat. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator utama bagi tim laboratorium Museum NTB untuk menentukan koleksi yang membutuhkan tindakan konservasi. Dari hampir 8.000 koleksi artefak yang dimiliki, koleksi senjata mencapai sekitar 900 unit yang terdiri atas berbagai jenis mulai dari keris, badik, hingga tombak.
“Tempat penyimpanan dan kelembapan turut mempengaruhi kondisi koleksi artefak. Kami lakukan pengecekan minimal dua tahun sekali,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ardi menjelaskan bahwa kondisi cuaca turut mempengaruhi proses konservasi lantaran artefak harus dipindahkan dari ruang penyimpanan menuju laboratorium. Proses tersebut relatif lebih mudah saat musim kemarau, namun kondisi hujan dan lembap membuat proses pemindahan serta konservasi menjadi lebih sulit.
Ardi menyebut rata-rata usia keris yang sedang menjalani perawatan saat ini telah mencapai lebih dari 150 tahun, sehingga penanganan benda-benda kategori etnografi tersebut membutuhkan perhatian khusus. Mengingat keterbatasan tenaga ahli di internal museum, Museum NTB bermitra dengan komunitas profesional untuk membantu proses perawatan.
“Saat ini karena kondisi SDM kami kurang, kami bermitra dengan para komunitas profesional yang memiliki keahlian untuk melakukan perawatan khusus terhadap keris-keris tersebut,” jelas Ardi.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

