Gubernur NTB Wajibkan Rumah Sakit Punya Petugas Bahasa Isyarat

Mataram, HOTTOPIC – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menargetkan seluruh rumah sakit milik pemerintah provinsi memiliki petugas yang mampu berbahasa isyarat dan ramah disabilitas.

“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, ramah anak, dan mudah diakses oleh penyandang disabilitas,” ujarnya pada peluncuran Program Cerah serta Layanan Kesehatan Mata Ramah Anak dan Penyandang Disabilitas di Rumah Sakit (RS) Mata NTB dalam keterangan di Mataram, Minggu (18/10/2026).

Gubernur Iqbal menegaskan pelayanan ramah anak dan penyandang disabilitas tidak boleh berhenti sebagai inovasi di RS Mata NTB, tetapi harus menjadi standar di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah.

“Saya minta seluruh rumah sakit yang di bawah Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB harus memiliki orang yang bisa bahasa isyarat. Sekurang-kurangnya di customer service harus ada dua orang setiap hari yang bisa berbahasa isyarat,” ucapnya.

Menurutnya, aksesibilitas merupakan bagian mendasar dari pelayanan publik. Setiap warga, termasuk penyandang disabilitas, harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan yang layak dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pencegahan Gangguan Penglihatan dan Fasilitas SLB

Iqbal juga menekankan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat dalam penanganan gangguan penglihatan. Ia berharap pengembangan layanan kesehatan mata dapat diarahkan pada cita-cita jangka panjang untuk menekan angka kebutaan di NTB hingga serendah mungkin.

“Harapan kami pada titik tertentu nanti NTB adalah salah satu provinsi yang zero blindness. Jangan sampai ada orang yang mengalami kebutaan,” ujarnya.

Komitmen terhadap pelayanan inklusif juga diperluas melalui rencana fasilitasi kendaraan antar-jemput bagi seluruh Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTB mulai Januari 2027. Kendaraan tersebut ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan transportasi menuju sekolah. Kendaraan listrik itu juga direncanakan dapat difungsikan sebagai ambulans apabila dibutuhkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis