Lombok Utara, HOTTOPIC – Putri Mahkota Kerajaan Swedia Victoria, selaku Duta Kehormatan United Nations Development Programme (UNDP), melakukan aksi penanaman terumbu karang di Pulau Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu (06/09/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pelestarian ekosistem laut di wilayah tersebut.
Aksi lingkungan ini dihadiri oleh Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella, Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Kunjungan Putri Victoria di Lombok berlangsung selama dua hari (5-6/9) dengan agenda utama meninjau program pemulihan ekonomi pascagempa 2018.
Resident Representative UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella, menyatakan bahwa Gili Meno kini menjadi salah satu lokasi asuransi terumbu karang pertama di Indonesia.
UNDP mendorong payung hukum bagi skema ini sekaligus membentuk Marine Biodiversity Trust atau Blue Window untuk membiayai perlindungan terumbu karang di Gili.
Pada 2026, UNDP dan mitra berencana meluncurkan laporan pembelajaran dan panduan praktis asuransi terumbu karang sebagai rujukan bagi negara lain.
Sara mengungkapkan bahwa di Gili Trawangan, Meno, dan Air, pariwisata berbasis terumbu karang menghasilkan lebih dari Rp9,5 triliun per tahun, sementara pendapatan harian masyarakat pesisirnya berada di bawah 15 dolar AS.
Sebagai kesimpulan dari urgensi perlindungan ekosistem, UNDP terus mendorong pembiayaan inovatif untuk ekonomi biru, mulai dari blue bond negara hingga asuransi terumbu karang yang dapat mendanai pemulihan cepat setelah terjadi kerusakan akibat perubahan iklim.
Selain menanam terumbu karang, Putri Mahkota Victoria juga dijadwalkan bertemu dengan komunitas pembudidaya rumput laut bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta akademisi dari Universitas Mataram, Prof Eka Sunarwidhi Prasedya.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

