Ramaikan Car Free Day di Kuningan, Ratusan Anak Down Syndrome Ikuti Jalan Sehat POTADS

Jakarta, HOTTOPIC – Ratusan anak dengan down syndrome memeriahkan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Kuningan, Jakarta, dengan mengikuti jalan sehat yang diselenggarakan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS).

Ketua Umum POTADS Eliza Rogi, saat ditemui di lokasi kegiatan pada Minggu (1/11/2026), mengatakan jalan sehat tersebut sekaligus meramaikan Bulan Kesadaran Down Syndrome yang diperingati setiap Oktober.

“Tahun ini kita mengangkat tema Together Against Loneliness, artinya bersama melawan kesepian. Tema ini kita ambil karena kita merasakan bahwa sampai hari ini anak-anak dengan down syndrome itu masih dibayang-bayangi dengan stigma, pengabaian dan lain sebagainya,”

Eliza menjelaskan, tema tersebut dipilih dengan harapan dapat mengetuk hati masyarakat bahwa insan dengan down syndrome layak mendapatkan penghargaan yang sama seperti manusia pada umumnya.

Diikuti Sekitar 500 Keluarga dan 250 Relawan

Menurut Eliza, kegiatan ini diikuti sekitar 500 keluarga dengan anak down syndrome yang telah terdaftar. Sebanyak 250 relawan dari berbagai elemen juga terlibat, dengan mayoritas berasal dari kalangan pemuda.

Pelibatan relawan muda ditujukan untuk memberikan pengalaman berinteraksi dengan anak down syndrome. Melalui interaksi tersebut, POTADS berharap empati dan kasih sayang para relawan dapat tumbuh.

“Kita sengaja mengajak volunteer yang kebanyakan dari anak-anak muda, tujuannya agar mereka punya pengalaman berinteraksi sama anak down syndrome, sehingga bisa tumbuh empati mereka, bisa tumbuh juga rasa kasih sayang. Itu yang kami harapkan,”

Penampilan Seni dan Hasil Karya Anak Down Syndrome

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Ani Rachmawati menjelaskan bahwa acara tersebut tidak hanya diisi dengan jalan sehat. Panitia juga menghadirkan penampilan seni anak dengan down syndrome, pojok UMKM dari komunitas down syndrome, serta penjualan hasil karya mereka.

Ani mengatakan, berbagai karya yang dipamerkan menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa anak dengan down syndrome juga mampu berkarya sebagaimana manusia pada umumnya.

“Mereka punya kemampuan yang bisa kita banggakan. Kita juga menjual hasil karya mereka, beberapa lukisan anak kami buat jadi beberapa merchandise. Tujuannya awareness, membuktikan bahwa anak-anak dengan down syndrome ini punya kemampuan, mereka bisa berkarya,”

Pewarta: M. Qori’
Editor: Saiful Muhlis