Mataram, HOTTOPIC – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memfokuskan rekonstruksi dan pemulihan ekonomi Kampung Adat Sade menjelang ajang balap MotoGP Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026. Upaya percepatan pembangunan ini ditargetkan menyelesaikan museum, kios seni (artshop), serta berbagai fasilitas ekonomi masyarakat.
Asisten II Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB, Lalu Moh Faozal, mengemukakan bahwa langkah ini menjadi bagian krusial dalam mengembalikan aktivitas ekonomi warga Sade pascabencana kebakaran. Pemerintah daerah tidak hanya memprioritaskan pembangunan museum dan pusat kerajinan, tetapi juga merampungkan rencana induk rekonstruksi komprehensif yang melibatkan penyediaan fasilitas ibadah, toilet, hingga skema relokasi sementara bagi warga setempat menggunakan puluhan rumah cadangan yang disiapkan sejak 2018 dengan estimasi anggaran pemulihan pascabencana mencapai Rp30 miliar.
“Ada isu utama yang kita segerakan untuk event MotoGP ini yakni museum kita akan selesaikan dengan fasilitas yang lain, termasuk ada bantuan untuk yang menenun dan artshop yang akan kita selesaikan juga,” ujarnya pada Minggu (13/9/2026).
Rencana pembangunan fisik ini didesain secara matang demi menghadirkan representasi sejarah dan budaya lokal yang kuat bagi para wisatawan mancanegara.
“Untuk museum ini nanti ukurannya 8X10 meter persegi, di dalamnya nanti ada perjalanan kampung Sade dan lainnya,” kata Faozal.
Selain museum, sejumlah fasilitas publik yang akan segera dibangun meliputi masjid, sekenem, dan toilet, dengan rancangan desain yang dibantu oleh Fakultas Teknik Universitas Mataram (Unram). Pemerintah juga telah merencanakan langkah relokasi sementara demi kelancaran proses rekonstruksi rumah-rumah adat di kawasan Sade.
“Sejumlah 40 unit rumah yang dibangun pada 2018 di samping kantor desa telah disiapkan, meski kelayakannya masih akan dipastikan terlebih dahulu,” ucapnya.
Terkait pendanaan, Faozal menjelaskan bahwa estimasi nilai Rp30 miliar yang sempat diutarakan oleh Menteri Kebudayaan bersumber dari perhitungan total nilai kerugian akibat kebakaran yang melanda kawasan bersejarah tersebut.
“Pemerintah saat ini masih mematangkan kebutuhan pembangunan yang akan dibiayai melalui anggaran tersebut,” katanya.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

