Mataram, HOTTOPIC – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan persiapan pameran budaya bertajuk “Speed, Energy, and Connection” yang akan diselenggarakan bertepatan dengan ajang balap internasional MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026.
Persiapan pameran budaya lokal ini saat ini telah memasuki tahap penyusunan materi serta pengukuran tata ruang pamer di kawasan Sirkuit Mandalika guna memastikan setiap koleksi sejarah tersusun secara tematik dan saling terhubung membentuk alur cerita yang utuh bagi para pengunjung.
Lokasi pameran artefak benda bernilai sejarah dan budaya tersebut masih menggunakan tempat yang sama seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya, namun pada perhelatan kali ini pihak museum mendapatkan keleluasaan penuh karena tidak perlu berbagi ruang dengan peserta lain sehingga penataan dapat difokuskan sepenuhnya pada tema utama.
Pameran ini menghadirkan total 10 koleksi unggulan, termasuk Wayang Jayengrana, Wayang Sekardiyu, Naskah Lontar Jayengrana, Kain Songket Lombok Motif Kuda, hingga Cale atau Kacip Pinang motif kuda, yang seluruhnya dikurasi untuk merepresentasikan kekayaan warisan budaya lokal di kancah internasional.
Keseluruhan koleksi tersebut disusun ke dalam tiga subtema utama yang merujuk pada konsep Speed, Energy, dan Connection, di mana tema kecepatan menggambarkan gerak dan dinamika, energi merepresentasikan kekuatan dan daya hidup, serta koneksi memperlihatkan hubungan erat antara karya budaya Sekardiyu dengan manusia dan lingkungannya.
Penyusunan alur cerita tematik ini bertujuan untuk mempertemukan konteks kecepatan teknologi di lintasan MotoGP dengan nilai-nilai filosofis kebudayaan lokal, sehingga pengunjung dapat menyaksikan secara langsung bagaimana masyarakat NTB memaknai gerak, energi, dan keterhubungan dalam tradisi kehidupan mereka.
Kasi Layanan dan Edukasi Museum NTB Raden Heru menyatakan bahwa penataan ruang merupakan aspek krusial agar koleksi tidak sekadar dipajang sebagai benda mati.
“Saat ini kami telah menyusun materi pameran dan sudah mengukur layout untuk menampilkan koleksi pada pameran nanti,” ujar dia pada Senin (21/9/2026).
Ketua Pameran Gunarti menambahkan bahwa ketiadaan peserta lain memberikan keuntungan tersendiri bagi efektivitas penataan ruang.
“Untuk tempat masih seperti tahun lalu. Namun, tahun ini tidak ada peserta lain seperti tahun sebelumnya sehingga penataan ruang bisa lebih fokus pada tema pameran,” ucap dia.
Pamong Budaya Madya Museum NTB Gusti Ayu menjelaskan bahwa seluruh koleksi tersebut dirancang untuk menceritakan kisah budaya Sekardiyu.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menegaskan bahwa kolaborasi antara ajang olahraga dunia dan warisan budaya ini adalah sarana edukasi yang efektif.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

