Mataram, HOTTOPIC – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tumbuh lebih cepat dibandingkan angka nasional pada 2026. Pertumbuhan IPM NTB tercatat 1,03 persen, sedangkan nasional 0,91 persen, dengan selisih 0,12 poin.
“Indonesia hanya 0,91 persen pertumbuhannya, sedangkan NTB 1,03 persen. Lari IPM NTB lebih cepat daripada nasional,” kata Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Kamis (5/11/2026)
Wahyudin mengatakan IPM NTB mencapai 74,73 poin pada 2026. Angka tersebut naik 0,76 poin atau 1,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 73,97 poin.
Selama periode 2022 hingga 2026, IPM NTB meningkat rata-rata 1,07 persen per tahun, imbuhnya.
Peningkatan IPM NTB pada 2026 terjadi pada seluruh dimensi, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Capaian tersebut didukung intervensi kebijakan pemerintah.
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada 2026 memiliki harapan hidup hingga 72,81 tahun. Angka itu meningkat 0,21 tahun dibandingkan bayi yang lahir pada tahun sebelumnya.
Di dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk berusia tujuh tahun naik 0,01 tahun, dari 13,99 tahun menjadi 14 tahun. Sementara itu, rata-rata lama sekolah penduduk berusia 25 tahun ke atas meningkat 0,30 tahun, dari 8,21 tahun menjadi 8,51 tahun.
BPS juga mencatat jumlah anak putus sekolah di NTB pada 2026 turun 8,26 persen dibandingkan posisi pada 2025.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

