Jakarta, HOTTOPIC – Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) mengumpulkan sejumlah alat bukti dari lokasi ledakan di Jalan Guji Baru, RT/RW 06/02, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Insiden pada Kamis pagi itu menyebabkan lima orang luka berat dan tujuh lainnya luka ringan.
“Benar, Puslabfor sudah ke TKP. Sekarang masih dalam penyelidikan,” kata Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Sobari saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Sejumlah alat bukti yang diamankan termasuk tabung gas yang diduga menjadi sumber ledakan. Polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Iya (termasuk tabung gas). Intinya masih dalam penyelidikan Puslabfor, untuk selanjutnya, masih menunggu,” kata Sobari.
Sobari mengatakan sejumlah saksi utama belum dapat diperiksa karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Belum (diperiksa), saksinya masih di rumah sakit. Nanti akan kita sampaikan lagi perkembangannya,” tutur Sobari.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 13.30 WIB, sejumlah bangunan terdampak ledakan. Tiga di antaranya tampak rusak parah, dengan dinding dan tiang penyangga rumah roboh. Garis polisi terpasang di sekitar lokasi.
Lurah Duri Kepa Arie Lystha mengatakan lima korban luka berat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sedangkan tujuh lainnya mengalami luka bakar ringan.
“Yang dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu ada empat orang, ditambah satu orang, totalnya jadi ada lima orang. Yang luka bakar ringan itu ada tujuh orang,” kata Lurah Duri Kepaz Arie Lystha kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Arie menyebut ledakan yang terjadi sekitar pukul 04.21 WIB itu berdampak pada 10 rumah. Sebanyak 29 orang dari 13 kepala keluarga terdampak.
“Tapi yang rusak parahnya itu ada tiga. Untuk korbannya ada 29 orang dengan 13 KK (Kepala Keluarga),” kata Arie.
Dalam satu minggu ke depan, pihak kelurahan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan instansi terkait akan menyalurkan kebutuhan logistik kepada para korban.
Pewarta: M. Qori’
Editor: Saiful Muhlis

