Jelang Musim Hujan, BPBD DKI Siapkan 403 Lokasi Penampungan untuk Antisipasi Banjir 2027

Jakarta, HOTTOPIC – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memetakan sekitar 200 rukun warga (RW) yang masih rawan banjir dan genangan untuk mengantisipasi musim hujan 2026/2027. BPBD juga menyiapkan 403 lokasi penampungan untuk menghadapi kemungkinan banjir pada 2027.

“Berdasarkan hasil koordinasi kami kemarin, terdapat kurang lebih 200 RW yang masih dalam kondisi titik rawan banjir dan genangan. Nah, ini yang kami juga sudah mengidentifikasi, ada 403 lokasi penampungan yang sudah kami siapkan bilamana bencana banjir itu terjadi di 2027,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan sejumlah langkah mitigasi dengan berkoordinasi bersama TNI, Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta perangkat daerah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyusun rencana aksi mengantisipasi potensi banjir pada 2027 akibat curah hujan tinggi hingga ekstrem.

Menurut Marulitua, puncak curah hujan diprediksi terjadi pada Februari 2027. Wilayah yang masih rawan banjir antara lain Rawa Buaya dan Tegal Alur di Jakarta Barat, serta Cawang, Kampung Melayu, dan Cililitan di Jakarta Timur.

“Sejumlah wilayah yang masih menjadi lokasi rawan banjir, antara lain Rawa Buaya dan Tegal Alur di Jakarta Barat serta Cawang, Kampung Melayu, dan Cililitan di Jakarta Timur,” papar Marulitua.

Selain menyiapkan lokasi penampungan, BPBD DKI mengupayakan mitigasi melalui sosialisasi kepada masyarakat dan gerakan kebersihan lingkungan, khususnya pengurasan saluran air.

Marulitua mengatakan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menekankan pentingnya mitigasi dampak banjir melalui pembenahan infrastruktur pengendalian banjir oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Koordinasi dengan wali kota, camat, dan lurah dilakukan untuk mendorong gerakan kebersihan di lingkungan masing-masing.

Untuk kesiapan logistik, BPBD DKI berkoordinasi lebih awal dengan BMKG agar logistik dan peralatan dapat didekatkan ke lokasi pengungsian sebelum banjir terjadi.

“Jadi, tidak menunggu banjir itu datang, tapi kami lebih kepada kesiapsiagaan,” ungkap Marulitua.

Peralatan yang disiapkan meliputi perahu karet, tenda pengungsi, tenda posko beserta kelengkapannya, dukungan penerangan dari Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta, serta toilet bergerak dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Pewarta: M. Qori’
Editor: Saiful Muhlis