Pramono Anung Klaim Penduduk Miskin di DKI Jakarta Berkurang 6.500 Orang

Jakarta, HOTTOPIC – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan jumlah penduduk miskin di ibu kota berkurang sekitar 6.500 orang. Penurunan itu, menurut dia, menunjukkan perbaikan indikator kesejahteraan di Jakarta.

“Kurang lebih 6.500 orang. Jadi ada penurunan yang cukup signifikan karena di Jakarta itu untuk bisa turun sampai dengan kelompok miskin ekstrem 6.500 itu angkanya juga cukup besar,” jelas Pramono di Jakarta Utara, Jumat (6/11/2026).

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta pada 2026 mencapai 85,88. Angka tersebut meningkat 0,83 poin atau 0,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan capaian itu mempertahankan status pembangunan manusia Jakarta dalam kategori sangat tinggi. Dalam lima tahun terakhir, IPM Jakarta meningkat dari 82,77 pada 2022 menjadi 83,55 pada 2023, lalu 84,15 pada 2024 dan 85,05 pada 2025.

“(Sejak 2022) hingga 2026 bertambah 3,11 poin. Peningkatan pada tahun 2026, terjadi pada seluruh indikator penyusunnya, baik indikator kesehatan, pendidikan maupun pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan,” kata Kadarmanto di Jakarta, Kamis (5/11).

IPM menggambarkan capaian pembangunan manusia melalui tiga dimensi, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.

Pada dimensi umur harapan hidup saat lahir, BPS DKI mencatat angka pada 2026 mencapai 76,44 tahun atau meningkat 0,17 tahun dibandingkan tahun lalu. Angka tersebut menggambarkan perkiraan rata-rata lama hidup bayi yang baru lahir. Bayi yang lahir tahun ini diperkirakan dapat hidup hingga usia 76 atau 76,4 tahun.

Pewarta: M. Qori’
Editor: Saiful Muhlis