Mataram, HOTTOPIC – Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah (PGMBG) Nusa Tenggara mengonfirmasi tingkat aktivitas vulkanik Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih berada pada Level II atau berstatus Waspada. Kepala Balai PGMBG Nusa Tenggara, Juliana Runambi, menjelaskan bahwa tingkat kedaruratan ini telah berlangsung dalam rentang waktu yang cukup lama.
Gunung dengan ketinggian mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut secara administratif berada di tiga wilayah, yakni Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Sebagai salah satu destinasi wisata alam utama yang diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, faktor keselamatan di kawasan gunung api aktif ini senantiasa menjadi prioritas utama pihak berwenang.
Berdasarkan catatan sejarah dari Badan Geologi, aktivitas vulkanik di kawasan Rinjani telah terdokumentasi sejak abad ke-19 hingga era modern saat ini. Berbagai aktivitas vulkanik seperti letusan maupun peningkatan aktivitas solfatara terpantau berpusat di Gunung Barujari yang berada di dalam kaldera Rinjani. Guna meminimalkan risiko bencana dan kebakaran hutan selama musim kemarau, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) juga telah menerapkan pembatasan kunjungan secara ketat serta menutup sementara sistem pemesanan online eRinjani sejak awal September 2026.
Demi menjaga keselamatan bersama selama beraktivitas di kawasan rawan bencana ini, pihak otoritas menekankan pentingnya kepatuhan mutlak terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian serta rekomendasi batas aman yang telah ditentukan, terutama dalam menghindari area pusat kawah aktif.
“Kami mengimbau para pendaki beserta masyarakat yang ada di sekitar Gunung Rinjani untuk selalu menaati rekomendasi bahaya dari kami, yaitu 1,5 kilometer dari pusat kawah atau saat ini di Gunung Barujari,” ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Senin (21/9/2026).
Juliana meminta pendaki mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian yang telah ditetapkan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Menurut dia, kepatuhan terhadap rekomendasi bahaya dan SOP pendakian menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan jiwa selama beraktivitas di kawasan Gunung Rinjani.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

