NTB, HOTTOPIC – Anggota Komisi VIII DPR RI, Nessy Kalviya, meminta pemerintah untuk memastikan proses pemulihan Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran dilakukan secara cepat dan komprehensif.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8) tersebut telah menghanguskan 167 bangunan di kawasan adat, termasuk rumah warga, toko seni (artshop), dan lumbung, yang berdampak pada 120 kepala keluarga atau sekitar 320 warga.
Nessy Kalviya menegaskan bahwa pemulihan tidak boleh hanya berfokus pada fisik bangunan, namun juga harus mencakup pemulihan ekonomi agar warga bisa kembali berpenghidupan dengan normal.
“Pemulihan Desa Adat Sade pascakebakaran harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh. Bagi masyarakat setempat, dampak kebakaran bukan hanya kehilangan rumah, tetapi juga ruang usaha dan sumber penghidupan keluarga,” kata Nessy pada Senin (31/8/2026).
Dalam kunjungannya ke Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, pada Jumat (28/8), Nessy mengapresiasi sinergi antara Pemprov NTB, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat luas yang telah sigap memberikan bantuan.
“Yang kita lihat hari ini, kepedulian masyarakat luar biasa. Bantuan datang dari berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Sade tidak sendiri,” ujar Nessy.
Nessy menekankan pentingnya keberlanjutan ekonomi pascabencana agar warga tidak terombang-ambing dalam ketidakpastian. Menurutnya, pemulihan harus bersifat holistik dan terukur.
“Yang kita pulihkan bukan hanya rumah, tetapi kehidupan masyarakatnya. Kalau rumahnya kembali tetapi penghidupannya tidak kembali, pemulihan belum selesai,” katanya.
Terkait pembangunan kembali, Nessy meminta agar pemerintah tetap mempertahankan karakter, tata ruang, dan arsitektur tradisional khas masyarakat Sasak, mengingat Sade merupakan kawasan adat yang bernilai budaya tinggi.
Nessy juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan alokasi anggaran serta memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di kawasan-kawasan adat sebagai upaya preventif di masa depan.
“Mitigasi jangan baru diperkuat setelah bencana terjadi. Anggaran untuk mitigasi dan kesiapsiagaan harus mendapat perhatian lebih besar. Kita harus membangun masyarakat yang lebih siap dan aman,” kata dia.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

