Mataram, HOTTOPIC – Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkapkan sebanyak 47 penerbangan tambahan (extra flight) telah diajukan oleh sejumlah maskapai untuk mendukung kelancaran mobilitas penonton dan peserta selama perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika. Langkah antisipatif ini disiapkan guna melayani lonjakan penumpang selama periode 8-12 Oktober 2026.
Kepala Bidang Angkutan Jalan/Darat Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Khaerus Sobri, pada Kamis (17/9/2026) menjelaskan bahwa puluhan penerbangan tambahan tersebut merupakan akumulasi dari maskapai yang melayani rute menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) di Kabupaten Lombok Tengah. Adapun rincian pengajuan sementara meliputi maskapai Garuda Indonesia sebanyak 9 penerbangan, Citilink 18 penerbangan, TransNusa 10 penerbangan, dan Pelita Air 10 penerbangan.
Selain sektor udara, Dishub NTB juga memperkuat kapasitas angkutan darat dengan menambah armada shuttle bus menjadi 42 unit pada tahun 2026, meningkat dari 35 unit pada tahun sebelumnya, guna menyediakan kapasitas hingga 3.500 kursi. Rute pemberangkatan shuttle bus juga diperluas hingga mencakup Bangsal, Senggigi, dan Lembar, melengkapi titik keberangkatan yang sudah ada di Bizam dan Eks Bandara Selaparang.
Pemerintah daerah bersama pihak penyelenggara optimistis bahwa peningkatan kapasitas transportasi, baik udara melalui puluhan penerbangan tambahan maupun darat serta laut melalui shuttle bus dan penyeberangan malam, akan mampu mengimbangi tingginya animo penonton yang tercermin dari pesatnya penjualan tiket, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai target Rp5 triliun.
“Totalnya ada 47 extra flight. Itu berlaku dari tanggal 8 sampai 12 Oktober,” ujarnya dihubungi melalui telepon di Mataram, Kamis.
“Itu masih data sementara, belum dari maskapai lain yang kita belum terima laporannya. Layanan penerbangan tambahan ini sejak dari kedatangan hingga kepulangan,” kata Sobri.
“Bahkan untuk pertama kalinya, dalam menyambut MotoGP tahun ini, Pelabuhan Bangsal dan Gili Trawangan melayani penyeberangan malam untuk mengakomodir tamu yang menginap di Trawangan,” ujarnya.
“Jadi, tiket itu sudah 53 persen untuk umum, dan tiket untuk KTP NTB sudah 91 persen,” ujarnya.
“Setelah habis di kuota 1 akan dibuka lagi untuk kuota berikutnya. Jadi, ini animo-nya luar biasa. Artinya masyarakat merespon dengan positif,” kata Troy.
“Kalau 2024 itu di angka Rp2,4 triliun, tahun 2025 di angka Rp4,9 triliun. Tahun ini kita harapkan angkanya bisa Rp5 triliun. Kita doakan sama-sama,” ujarnya.
“Yang menarik pembelian tiket itu di luar negeri juga oke. Bahkan sampai ke Monaco,” katanya.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

