Jakarta, HOTTOPIC – Warga Kelurahan Melawai rutin memilah sampah dari sumbernya dengan memaksimalkan fasilitas pengelolaan sampah yang tersedia untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Lurah Melawai Mochammad Iqbal di Jakarta, Kamis (29/10/2026), mengapresiasi antusiasme warga dalam memilah sampah. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat agar kebiasaan tersebut terus berjalan.
“Partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan pemilahan sampah. Kami akan terus turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi agar kebiasaan memilah sampah menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,”
Saat ini, Kelurahan Melawai telah menyediakan lima Teba yang tersebar di empat RW serta 61 titik biopori jumbo untuk mendukung pengelolaan sampah.
Iqbal menuturkan, upaya pemilahan sampah tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga seluruh pelaku usaha, mulai dari pengusaha, pemilik restoran, perkantoran, hingga pedagang dan pemilik warung.
Kelurahan Melawai terus mendorong seluruh elemen masyarakat agar konsisten memilah sampah sesuai jenisnya. Iqbal juga menjelaskan layanan penjemputan sampah organik bagi warga.
“Untuk memudahkan warga yang memiliki keterbatasan waktu, Kelurahan Melawai juga telah menyiapkan armada Gerobak Motor (Gemor) untuk menjemput sampah organik dari rumah ke rumah. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mengoptimalkan pengolahan sampah organik di wilayah,”
Sementara itu, Ketua RT 05 RW 02 Putri menyampaikan bahwa warga rutin berkumpul setiap minggu dengan membawa sampah yang telah dipilah untuk disetorkan ke Teba.
Warga juga memanfaatkan aplikasi pilah sampah melalui pemindaian kode untuk mendukung pencatatan sampah yang disetorkan. Putri berharap kerja sama berbagai pihak dapat mengurangi volume sampah sekaligus mendorong pemanfaatannya.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, pengurus wilayah, warga, dan pelaku usaha, kami berharap pemilahan sampah dari sumber dapat mengurangi volume sampah yang diangkut petugas sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi nilai ekonomis,”
Pewarta: M. Qori’
Editor: Saiful Muhlis

