Mataram, HOTTOPIC – Ratusan wisatawan mancanegara maupun domestik dilaporkan memilih meninggalkan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) lebih awal. Keputusan tersebut diambil menyusul terputusnya pasokan air bersih yang melanda destinasi wisata unggulan tersebut.
Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB sekaligus Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan, Lalu Kusnawan, membenarkan adanya eksodus wisatawan akibat krisis air tersebut.
“Ya, catatan kita ada 300 orang sudah memilih check out lebih awal keluar dari Gili Trawangan,” ujarnya dihubungi melalui telepon dari Mataram, Sabtu (5/9/2026).
Ia mengakui pasokan air bersih di Gili Trawangan mulai terhenti sejak Kamis (03/09/2025) sekitar pukul 00.00 Wita. Kondisi ini memberikan dampak signifikan terhadap operasional hotel dan akomodasi di pulau tersebut.
“Teman-teman hotel bahkan sampai kuras kolam untuk memenuhi kebutuhan sanitasi karena nggak ada air bersih,” terang Kusnawan.
Kusnawan sangat menyayangkan terhentinya aliran air bersih tersebut, terutama di tengah puncak kunjungan wisatawan yang mencapai 3.000 orang lebih per hari.
“Itu jumlah wisatawan sehari. Karena kunjungan ke Gili ini sedang tinggi-tingginya,” ucapnya.
Untuk menyiasati kelangkaan, pelaku wisata telah berupaya mendatangkan air dari daratan Pulau Lombok dengan biaya operasional yang tinggi, namun langkah tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan seluruh akomodasi.
“Kita nggak tahu kondisi ini sampai kapan. Tapi kalau seminggu masih begini kita nggak tahu sudah, karena ini kejadian bukan kali ini saja terjadi,” ungkap Kusnawan.
Sebagai bentuk desakan agar pemerintah segera menyelesaikan krisis air yang berdampak pada citra pariwisata daerah tersebut, pihak asosiasi berencana mengirimkan surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia.
Pihaknya menegaskan bahwa pelaku usaha telah rutin membayar pajak dan retribusi kepada pemerintah daerah, termasuk biaya layanan air dari perusahaan air minum daerah, sehingga menuntut adanya tanggung jawab pemerintah dalam menjamin ketersediaan air bersih secara berkelanjutan.
“Kami dalam waktu dekat akan bersurat ke Presiden untuk menyampaikan persoalan air bersih di gili ini. Drafnya sudah kami siapkan dan tinggal kami kirim ke Jakarta dalam waktu dekat,” katanya.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

