Pemdes Orong Bawa Perkuat Komitmen Penanganan Stunting Melalui Rembug Desa

SUMBAWA, HOTTOPIC – Pemerintah Desa Orong Bawa, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, menggelar kegiatan Rembug Stunting Desa pada Senin (21/9/2026) guna merumuskan langkah strategis dalam percepatan penurunan angka stunting di wilayah setempat. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kecamatan Utan, Mulyadi Hartono, S.AP., M.Si., dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari perangkat desa, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat.

Rembug Stunting ini menjadi forum krusial untuk menyelaraskan program intervensi pemerintah desa dengan dinas terkait, termasuk Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) serta Dinas Kesehatan. Agenda diawali dengan pemaparan teknis mengenai peran pemerintah desa dalam penanganan stunting oleh Pendamping Desa, dilanjutkan dengan evaluasi capaian program oleh KPM serta diskusi interaktif bersama peserta yang terdiri dari BPD, bidan desa, kader posyandu, hingga tenaga pendidik PAUD.

Kepala Desa Orong Bawa, Rosihan AR, menegaskan bahwa pemerintah desa telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung program pencegahan dan penanggulangan stunting. “Pemerintah desa berkomitmen penuh untuk membiayai kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan stunting agar target penurunan angka stunting dapat tercapai secara optimal,” ujar Rosihan.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kecamatan Utan, Mulyadi Hartono, menekankan pentingnya edukasi sejak dini untuk memutus mata rantai stunting. Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari kelompok remaja guna menekan angka pernikahan dini. “Penanggulangan stunting ini dimulai dari sasaran remaja. Pernikahan dini merupakan salah satu penyebab stunting, karena dari ibu yang belum siap secara fisik maupun mental, tentu anak yang lahir juga berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan,” jelas Mulyadi.

Sementara itu, Kepala UPT DP2KBP3A Kecamatan Utan, Yayan, menambahkan bahwa pihaknya kini lebih fokus pada upaya preventif melalui pendampingan intensif. “Dinas DP2KBP3A fokus pada pencegahan yang dimulai dari sasaran remaja dan calon pengantin. Kami juga telah membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setiap desa untuk memastikan intervensi tepat sasaran,” pungkasnya.

Penulis : Dahliati / Kader Pembangunan Manusia – Lokasi : (Desa Orong Bawa, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa)