Pembangunan Kembali Kampung Adat Sade Lombok Tengah Didukung Donasi Rp2 Miliar

Lombok Tengah, HOTTOPIC – Investor InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Alvaro menyalurkan donasi senilai Rp2 miliar untuk mendukung rekonstruksi pembangunan rumah Kampung Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penyaluran bantuan ini dilakukan pascamusibah kebakaran yang melanda kawasan wisata budaya tersebut.

Bantuan finansial tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan apresiasi dari pihak investor yang telah menjalankan aktivitas usahanya di wilayah Lombok Tengah selama sekitar empat tahun terakhir.

“Kami telah membangun hubungan yang erat dengan warga lokal. Kami merasa perlu untuk memberi kembali kepada masyarakat atas semua yang telah Lombok berikan kepada kami,” kata Alvaro pemilik Sapo Development di Lombok Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Pihak investor menekankan pentingnya pengawasan ketat dan koordinasi berkelanjutan melalui Delalma Foundation agar seluruh dana stimulus ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memulihkan kembali kondisi fisik Kampung Adat Sade sesuai perencanaan awal.

“Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dana digunakan sesuai peruntukannya dan mendukung pelaksanaan revitalisasi berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan,” kata Alvaro.

Pemerintah Desa Rambitan mengonfirmasi bahwa stimulus dana hibah tersebut kini telah sukses ditransfer secara langsung ke rekening kelompok penerima bantuan setelah melalui koordinasi intensif bersama jajaran pemerintah provinsi dan daerah.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Rembitan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepedulian dari Sapo terhadap musibah yang dihadapi warga di Dusun Adat Sade,” ujarnya.

Guna menjaga akuntabilitas, transparansi, serta mencegah terjadinya polemik di masyarakat, manajemen pengelola kawasan memutuskan membagi merata dana bantuan tersebut ke dalam dua rekening operasional yang berbeda.

“Masing-masing rekening menerima alokasi sebesar Rp1 miliar,” katanya.

Pihak pengelola kawasan wisata mempercayakan penuh kendali teknis dan eksekusi lapangan kepada satuan tugas penanganan bencana agar proses pemulihan berjalan selaras dengan regulasi pemerintah.

“Kami serahkan ke satgas,” katanya.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis