Mataram, HOTTOPIC – Upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Taruna Siaga Bencana tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung khidmat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, Kota Mataram, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat solidaritas, kesiapsiagaan, dan semangat kemanusiaan dalam mewujudkan masyarakat tangguh menghadapi bencana.
Rangkaian acara diawali dengan pelantikan 60 anggota Tim Satuan Tugas Kampung Siaga Bencana Andalan Ampenan sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Mataram.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa TAGANA merupakan garda terdepan negara dalam perlindungan sosial saat terjadi bencana.
“TAGANA bukan sekadar relawan. TAGANA adalah simbol kehadiran negara untuk rakyatnya. Hadir paling cepat, bekerja paling keras, dan pulang paling akhir,” ujar Mohan Roliskana.
Mengusung tema “TAGANA Selalu Ada di Setiap Bencana”, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian seluruh anggota TAGANA yang selama lebih dari dua dekade terus hadir membantu masyarakat di masa sulit.
Pada kesempatan itu juga disampaikan Commander Wish kepada seluruh anggota TAGANA Indonesia, yakni siaga tanpa kompromi, profesional dan terlatih, solid dan terintegrasi, berbasis data dan sistem, menjaga integritas, serta humanis dan penuh empati.
Selain itu, TAGANA didorong untuk terus mendukung Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas nasional dalam penguatan kesejahteraan sosial masyarakat.
Mohan Roliskana juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan TAGANA sebagai bagian dari Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).
“Kalau TAGANA kita kuat, maka masyarakat kita lebih tangguh,” katanya.
Peringatan HUT TAGANA ke-22 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang cepat, tanggap, dan humanis. (HMS/RED)

