Pengukuhan 42 Kepsek, Bupati Dompu Soroti Siswa SD Belum Lancar Membaca

DOMPU, HOTTOPIC – Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat, Bambang Firdaus, memberikan ultimatum tegas kepada seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik di Kabupaten Dompu. Ia menegaskan akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memantau proses belajar mengajar, termasuk masuk ke ruang kelas dan menguji kemampuan siswa secara langsung.

Bambang menekankan, apabila nantinya ditemukan siswa yang belum mampu membaca dengan baik, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab penuh pihak sekolah dan pengelola pendidikan.

Pernyataan itu disampaikan saat mengukuhkan 42 guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah jenjang SD hingga SMP di Aula Pendopo Bupati Dompu, Rabu (13/5/2026).

Dalam arahannya, Bambang menyoroti sejumlah persoalan krusial yang masih menjadi tantangan dunia pendidikan di Kabupaten Dompu, salah satunya rendahnya kemampuan dasar siswa.

“Masih banyak anak-anak kita, bahkan di kelas 5 dan 6 SD yang belum lancar membaca. Ini tidak boleh terus terjadi,” ujar Bambang, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara soal materi pelajaran, buku maupun fasilitas fisik sekolah semata. Pendidikan, kata dia, juga harus mampu membentuk akhlak, nilai agama serta karakter peserta didik.

Ia meminta seluruh sekolah di Dompu menjadi rumah kedua yang nyaman bagi anak-anak dengan pendekatan penuh kasih sayang dalam proses belajar mengajar.

“Mengajar itu harus dengan hati, bukan sekadar memberi pelajaran,” ujarnya.

Bambang juga mengingatkan para kepala sekolah yang baru dikukuhkan agar tidak memandang jabatan sebagai simbol kebanggaan atau kekuasaan. Menurutnya, posisi kepala sekolah merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas, kehati-hatian dan tanggung jawab moral yang tinggi.

“Jabatan ini bukan hadiah, melainkan amanah berat yang wajib dijaga dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Ia menegaskan kepala sekolah maupun guru harus mampu menjadi teladan nyata bagi siswa. Sebab, cara paling efektif dalam mendidik bukan hanya melalui teori, melainkan lewat contoh dan perilaku sehari-hari.

“Guru dan kepala sekolah harus memberi contoh. Karena pendidikan karakter dimulai dari keteladanan,” tegasnya. (HOTTOPIC NETWORK)