Lombok Tengah, HOTTOPIC – Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Tengah tahun 2026 hingga April masih tergolong rendah. Dari total APBD sebesar Rp2,48 triliun, anggaran yang telah terealisasi baru sekitar Rp744 miliar atau 30 persen.
Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengatakan kondisi rendahnya realisasi fisik dan keuangan pada awal tahun merupakan hal yang biasa terjadi dalam siklus pelaksanaan anggaran daerah.
“Realisasi APBD fisik dan keuangan memang biasanya seperti ini di awal tahun, tetapi insyaAllah nanti pada triwulan ketiga akan meningkat,” ujarnya, Kamis 14 Mei 2026.
Pemkab Lombok Tengah saat ini menekankan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera menjalankan kegiatan yang telah siap, terutama proyek fisik yang dinilai mampu mendorong percepatan penyerapan anggaran.
Menurut Firman, salah satu kendala utama rendahnya realisasi belanja ialah proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang masih berlangsung pada sejumlah proyek pembangunan.
“Penekanan kita supaya segera lakukan kegiatan yang sudah siap, terutama untuk fisik. Kendalanya memang banyak pada penyusunan DED. Proyek-proyek juga masih dalam tahap itu dan ini sudah menjadi bagian dari siklus,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh proses pengerjaan program daerah terus mendapat pendampingan agar OPD tidak ragu dalam mengeksekusi kegiatan yang telah direncanakan. Selama pelaksanaan dilakukan sesuai aturan dan regulasi, pemerintah menjamin program dapat berjalan aman.
“Semua pengerjaan selalu mendapat pendampingan agar tidak takut menjalankan program. Selama tidak ada masalah dan dijalankan sesuai regulasi, semuanya aman. Jadi OPD jangan takut mengeksekusi kegiatan,” ujarnya.
Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga fokus pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan mencapai Rp534 miliar. Selain itu, pemerintah daerah turut melakukan efisiensi belanja dengan menyiapkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp2,5 miliar.
Tak hanya itu, Pemkab juga mengalokasikan anggaran khusus untuk program revitalisasi sekolah sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan di daerah. (HOTTOPIC NETWORK)

