Kemenhaj Pastikan 809 Jamaah Haji Asal Mataram di Arafah Tidak Ada yang Safari Wukuf

Mataram, HOTTOPIC – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan sebanyak 809 calon haji asal Kota Mataram pada musim haji 1447 Hijriah/2026 sudah berada di Arafah. Hingga saat ini, dilaporkan tidak ada jamaah yang mengikuti Safari Wukuf.

“Alhamdulillah, semua jamaah asal Kota Mataram sehat walafiat dan tidak ada yang Safari wukuf,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenhaj Kota Mataram Khairul Hadi di Mataram, Selasa (26/05/2026).

Laporan mengenai kondisi jamaah tersebut diperoleh dari petugas haji pada masing-masing kelompok terbang (kloter) Kota Mataram Embarkasi Lombok. Meskipun terdapat jamaah lansia dan pengguna kursi roda, mereka dilaporkan tetap semangat dan dalam kondisi sehat.

Sebanyak 809 calon haji asal Kota Mataram tersebut terbagi dalam tiga kloter, yakni Kloter 5 dan Kloter 10 sebagai kloter utuh, serta Kloter 15 yang merupakan kloter campuran.

“Kami berharap semua jamaah bisa terus menjaga kesehatan, agar pelaksanaan puncak ibadah haji di di Armuzna yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, berjalan lancar dan mendapat haji mabrur,” katanya.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang juga menyampaikan bahwa kondisi kesehatan jamaah haji asal Mataram saat ini masih sangat stabil. Petugas kloter maupun petugas yang bersiaga di Makkah dan Madinah memastikan belum ada laporan jamaah yang membutuhkan perhatian medis khusus.

“Semoga kondisi ini bisa terus dipertahankan para jamaah, agar jamaah bisa melaksanakan ibadah dengan lancar dan sehat hingga kembali ke Tanah Air,” kata Lalu Martawang.

Martawang turut mengingatkan jamaah agar fokus menjaga kondisi kesehatan serta mempersiapkan fisik dan mental, mengingat suhu udara di Tanah Suci saat ini mencapai 40 derajat Celsius.

“Puncak haji itu di Arafah. Dengan suhu yang relatif berada di atas 40 derajat Celsius, jamaah harus betul-betul mempersiapkan fisik. Jangan memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunah ataupun berwisata,” tuturnya.

Ia menambahkan, para petugas diminta untuk aktif mendampingi dan mengingatkan jamaah, terutama bagi jamaah lanjut usia (lansia), agar pelaksanaan puncak ibadah haji dapat berjalan dengan lancar. (rara-HOTTOPIC)