MATARAM, HOTTOPIC – RSUP Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempercepat transformasi kelembagaan dan peningkatan mutu layanan setelah berhasil menyelesaikan kewajiban utang kontraktual yang selama bertahun-tahun membatasi ruang gerak institusi.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengikuti Verifikasi Lapangan Rumah Sakit Pendidikan oleh tim verifikator Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 29 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi RSUP NTB untuk memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan utama sekaligus pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Nusa Tenggara Barat.
Tim verifikator yang terdiri atas lima orang dan dipimpin dr. Else Mutiara Sihotang, Sp.PK., disambut langsung Direktur RSUP NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., bersama jajaran manajemen rumah sakit.
Verifikasi lapangan tersebut juga dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, serta para direktur rumah sakit se-Pulau Lombok.
Dalam proses verifikasi, tim melakukan penilaian terhadap lima standar utama yang meliputi tata kelola, penyelenggaraan pendidikan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sistem penjaminan mutu.
Selain telaah dokumen, tim juga meninjau langsung berbagai fasilitas pendidikan dan pembelajaran klinik yang tersedia di RSUP NTB.
Fasilitas yang diperiksa antara lain ruang jaga peserta didik, ruang diskusi akademik, laboratorium keterampilan klinik, perpustakaan, hingga berbagai sarana pendukung lainnya.
Penilaian tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan rumah sakit dalam menyelenggarakan pendidikan klinik yang berkualitas, termasuk kompetensi pembimbing, lingkungan akademik, fasilitas pembelajaran, serta dukungan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian kesehatan.
Sebagai rumah sakit kelas A yang telah terakreditasi Paripurna dan berstatus Rumah Sakit Pendidikan Utama, RSUP NTB terus memperkuat kapasitasnya sebagai pusat layanan kesehatan sekaligus pusat pendidikan tenaga kesehatan di NTB.
Saat ini, RSUP NTB didukung lebih dari 2.600 sumber daya manusia dan memiliki 113 jenis layanan kesehatan, menjadikannya salah satu institusi kesehatan strategis di kawasan timur Indonesia.
Rumah sakit tersebut juga menjadi tempat pendidikan bagi dokter muda dan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang berperan penting dalam memperkuat kemandirian SDM kesehatan di daerah.
Direktur RSUP NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., menegaskan bahwa verifikasi lapangan ini merupakan bagian dari komitmen institusinya untuk menjalankan perbaikan berkelanjutan.
“Verifikasi ini bukan semata untuk memenuhi persyaratan sertifikasi. Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa RSUP NTB mampu menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik sekaligus menjadi tempat belajar yang berkualitas bagi calon dokter dan dokter spesialis yang kelak akan mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Asrul, berbagai masukan dan rekomendasi dari tim verifikator akan menjadi dasar dalam penyempurnaan tata kelola dan peningkatan kualitas institusi.
Seluruh rekomendasi yang bersifat administratif ditargetkan dapat ditindaklanjuti dan diselesaikan dalam waktu dua minggu.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap proses perbaikan benar-benar menghasilkan perubahan yang berdampak terhadap mutu pendidikan maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. Ahsanul Halik, mengatakan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal memberikan dukungan penuh terhadap transformasi yang tengah dijalankan RSUP NTB.
Menurutnya, penguatan kapasitas RSUP NTB sebagai rumah sakit pendidikan akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, pengembangan ilmu kedokteran, serta pencetakan dokter dan dokter spesialis yang mampu menjawab kebutuhan daerah.
“Kami ingin RSUP NTB terus berbenah, meningkatkan mutu layanan, memperkuat tata kelola, mengembangkan inovasi, serta tumbuh menjadi rumah sakit pendidikan unggulan yang mampu melahirkan tenaga kesehatan berkualitas dan membanggakan Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.
Ahsanul menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan RSUP NTB bukan sekadar memenuhi standar akreditasi dan pendidikan.
Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan upaya menyiapkan masa depan layanan kesehatan yang lebih berkualitas, modern, dan berdaya saing bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.
“Apa yang dilakukan RSUP NTB hari ini bukan hanya tentang memenuhi standar, tetapi tentang menyiapkan masa depan kesehatan NTB. Pemprov NTB mendukung setiap langkah transformasi demi menghadirkan layanan kesehatan yang makin berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: Hms
Editor: Basuki

