Gubernur Iqbal Pamer Capaian Lingkungan NTB, Tegaskan Komitmen Hijau

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan hijau sejalan dengan peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) oleh Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Tahun 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari rehabilitasi lingkungan, penguatan tata kelola persampahan, kolaborasi lintas daerah, hingga pemberian penghargaan kepada perusahaan yang menerapkan praktik pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional 2026 yang dipusatkan di Cibubur, Sabtu (6/6/2026), ditandai dengan peluncuran Gerakan Indonesia ASRI dan komitmen penanaman dua miliar pohon secara nasional. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Presiden RI bersama Moh. Jumhur Hidayat.

Melalui kampanye “Saatnya Bekerja untuk Iklim” atau #NowForClimate, pemerintah mendorong gerakan kolektif untuk memperkuat ketahanan iklim, memulihkan ekosistem, menjaga ketersediaan air, mengurangi risiko bencana, serta meningkatkan penyerapan emisi karbon.

Dalam dialog nasional yang melibatkan sejumlah kepala daerah, Lalu Muhamad Iqbal memaparkan berbagai capaian dan agenda strategis lingkungan yang sedang dijalankan Pemprov NTB. Salah satu capaian yang disampaikan adalah keberhasilan penanaman lebih dari satu juta pohon di seluruh kabupaten dan kota di NTB sejak 2025 sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan dan penguatan ketahanan iklim daerah.

Menurut Gubernur, sejak arahan Presiden terkait Gerakan Indonesia ASRI pada Februari 2026, Pemprov NTB secara konsisten menggerakkan kegiatan kurvei dan gotong royong kebersihan yang melibatkan sekolah, aparatur sipil negara, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, komunitas, hingga berbagai elemen masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB juga menyerahkan penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) kepada sejumlah perusahaan yang meraih predikat Hijau dan Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Penerima PROPER Hijau antara lain PT Amman Mineral Nusa Tenggara, PT Pertamina Patra Niaga melalui beberapa terminal operasionalnya di NTB, serta PT PLN Indonesia Power untuk unit PLTU Jeranjang.

Momentum Hari Lingkungan Hidup 2026 juga ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terkait sinergi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, rehabilitasi ekologis, pengelolaan hutan dan lahan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kesepakatan tersebut menjadi dasar kolaborasi dalam memperkuat perlindungan lingkungan, rehabilitasi kawasan kritis, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Selain memaparkan berbagai capaian, Gubernur NTB juga menyoroti sejumlah persoalan lingkungan yang memerlukan dukungan pemerintah pusat. Salah satunya adalah banjir yang kerap terjadi di Kota Bima dan Kabupaten Bima akibat kerusakan kawasan hutan di wilayah hulu.

Di sektor persampahan, Pemprov NTB terus mendorong tata kelola yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dalam forum tersebut, disampaikan pula komitmen Pertamina Patra Niaga untuk mendukung pemanfaatan landfill gas di TPA Regional Kebon Kongok menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Gubernur juga menyoroti perlunya percepatan penanganan sampah di kawasan wisata Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air guna menjaga keberlanjutan destinasi wisata unggulan NTB tersebut.

Menanggapi berbagai isu yang disampaikan Pemerintah Provinsi NTB, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menyatakan komitmennya untuk memberikan perhatian khusus terhadap berbagai persoalan lingkungan di daerah tersebut. Menteri juga dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke NTB pada 4–5 Juli 2026 untuk membahas langkah percepatan penyelesaian berbagai isu lingkungan strategis.

Bagi NTB, pelestarian lingkungan tidak lagi dipandang sebagai agenda sektoral semata, melainkan menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah. Karena itu, rehabilitasi lingkungan, pengelolaan sampah, konservasi kawasan hutan, serta kemitraan dengan dunia usaha dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk mewujudkan pembangunan yang hijau, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. (HOTTOPIC NETWORK)