MATARAM, HOTTOPIC – Sebanyak 900 peserta menghadiri Seminar Nasional Inovasi Teknologi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Kamis (25/6/2026).
Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, peneliti, pemerintah, komunitas, pelaku UMKM, hingga praktisi teknologi.
Kegiatan yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram bersama Akademia NTB ini mengangkat tema kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem inovasi berbasis riset dan pengabdian masyarakat.
Rektor UIN Mataram, Prof Dr Masnun Tahir MAg, membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah melalui kerja sama berbagai pihak.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) turut memberi perhatian pada penguatan ekosistem inovasi tersebut. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, I Gede Putu Aryadi SSos MH, menyebut pemerintah daerah menyambut baik pengembangan ekosistem blockchain yang diperkenalkan Botchain sebagai bagian dari percepatan transformasi digital.
Menurutnya, teknologi blockchain berpotensi memperkuat tata kelola pemerintahan, riset, inovasi, dan layanan publik agar lebih transparan, aman, dan akuntabel.
Salah satu sesi yang menyita perhatian peserta diisi praktisi Blockchain dan Public Chain dari Botchain, Wildan Hafiz. Ia memaparkan perkembangan teknologi blockchain, konsep Public Chain, serta ekosistem Botchain dan CaryPact sebagai infrastruktur digital.
Ia menegaskan blockchain bukan sekadar teknologi aset kripto, melainkan sistem pencatatan data yang transparan, terdesentralisasi, dan sulit dimanipulasi. Teknologi ini dinilai berpotensi diterapkan di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, riset, hingga ekonomi kreatif.
Wildan juga menjelaskan pemanfaatan Public Chain untuk validasi sertifikat digital, transparansi data penelitian, pengelolaan identitas digital, hingga penguatan tata kelola pemerintahan dan ekonomi digital.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Nelly Juniarty, menekankan pentingnya integrasi data, riset, dan inovasi sebagai fondasi pembangunan daerah di era digital.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan komunitas menjadi kunci dalam membangun ekosistem inovasi yang mampu meningkatkan daya saing NTB di tingkat nasional maupun global.
Ketua LP2M UIN Mataram menegaskan seminar tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang berdampak bagi pembangunan daerah.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab. Sejumlah isu seperti transformasi digital, blockchain, kecerdasan buatan (AI), hingga hilirisasi hasil riset menjadi perhatian utama.
Melalui forum ini diharapkan lahir kolaborasi yang makin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri, dan komunitas dalam membangun ekosistem inovasi berbasis teknologi.
Kehadiran Botchain bersama CaryPact juga diharapkan menjadi salah satu katalis percepatan transformasi digital di NTB menuju daerah yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era ekonomi digital.
Jurnalis: HOTTOPICnews Network
Editor: Basuki

