Mataram, HOTTOPIC – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan pariwisata berkualitas sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah dengan memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.
Sabtu, (27/6/2026), Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata memerlukan keterlibatan seluruh perangkat daerah agar dampak ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Pariwisata bukan hanya urusan Dinas Pariwisata. Semua sektor memiliki peran penting dalam menciptakan destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Baiq Nelly Yuniarti.
Bappeda NTB menyimpulkan bahwa pengelolaan sumber daya alam dan budaya secara terintegrasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan nilai ekonomi daerah.
“Kawasan persawahan, hutan, pantai, serta kehidupan masyarakat dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang bernilai ekonomi apabila dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ucapnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan I 2026 mencapai 13,64 persen secara tahunan, yang ditopang oleh sektor industri pengolahan, pertambangan, dan jasa keuangan. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Lombok tercatat sebanyak 8.686 orang, dengan pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,2 juta orang pada April 2026.
Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia menjelaskan bahwa konsep pariwisata berkualitas difokuskan pada peningkatan kualitas destinasi, produk wisata, sumber daya manusia, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
“Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan peningkatan daya saing pariwisata NTB di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Aulia.
Pemerintah Provinsi NTB saat ini mengunggulkan sejumlah destinasi utama seperti wisata pendakian Gunung Rinjani, wisata hiu paus di Teluk Saleh, wisata sejarah di Museum NTB, hingga wisata olahraga di kawasan KEK Mandalika.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

