Mataram, HOTTOPIC – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mempercepat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Kolaborasi ini difokuskan pada riset air bersih, perikanan budidaya, dan hilirisasi pakan ternak.
“Dukungan riset dari BRIN dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program strategis daerah, termasuk program Desa Berdaya yang saat ini dijalankan di 106 desa,” kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangan di Mataram, Rabu (17/6/2026).
Pada 15 Juni 2026, Gubernur Iqbal melakukan audiensi dengan Kepala BRIN Arif Satria di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi riset dan inovasi guna mendukung pembangunan daerah. Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB mengusulkan penelitian sumber daya air nonkonvensional dengan memanfaatkan teknologi isotop dan citra satelit untuk mengidentifikasi potensi aliran sungai bawah tanah.
Iqbal menuturkan wilayah selatan Pulau Lombok, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, serta wilayah selatan Pulau Sumbawa saat ini masih menghadapi keterbatasan sumber air.
“Kami juga mendorong pengembangan teknologi budidaya perikanan yang sesuai dengan karakteristik wilayah NTB,” ujarnya.
Meskipun dikenal sebagai salah satu daerah penghasil udang vaname dan memiliki potensi perikanan budidaya yang besar, sektor tersebut di NTB masih didominasi oleh perikanan tangkap. Pemerintah berharap riset terkait teknologi budidaya hingga sistem bioflok dapat meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat pesisir.
Di bidang peternakan, Gubernur Iqbal menyampaikan potensi besar NTB sebagai salah satu penghasil jagung nasional dengan produksi mencapai sekitar 2 juta ton per tahun. Produksi tersebut dinilai sangat potensial untuk mendukung pengembangan industri pakan ternak unggas.
Pemerintah Provinsi NTB turut mengusulkan penelitian pemanfaatan tanaman kelor sebagai alternatif pengganti bungkil kedelai impor dalam formulasi pakan ternak.
“Selain mendukung kemandirian pakan, pengembangan kelor juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat,” ucapnya.
Kepala BRIN Arif Satria menyambut baik usulan kolaborasi yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi NTB tersebut. Ia berkomitmen untuk segera menindaklanjuti kerja sama melalui kajian lapangan serta penyusunan program jangka pendek, menengah, dan panjang sesuai kebutuhan daerah.
“Kami siap mendukung pengembangan riset pada tiga tema prioritas yang disampaikan Pemerintah Provinsi NTB. Kami segera melakukan koordinasi dan kunjungan lapangan untuk menyiapkan langkah tindak lanjut yang terukur,” kata Arif. (rara-HOTTOPIC)

