Strategi Lombok Tengah Atasi Stunting Melalui Forum Mitra SPPG di Praya Timur

Jakarta, HOTTOPIC – Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, membentuk forum dan gerakan bersama “Praya Timur Bebas Stunting” untuk menangani stunting mulai dari akar rumput.

Peluncuran Forum Mitra SPPG Praya Timur dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Sinta M Iqbal bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat, pemerintah daerah terkait, dan berbagai unsur mitra pembangunan.

“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga dari perubahan kondisi kesehatan dan status gizi masyarakat yang menerima manfaat. Oleh karena itu, kolaborasi seluruh pihak menjadi sangat penting,” ujar Sinta dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Sinta menjelaskan bahwa ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) merupakan kelompok prioritas yang harus mendapatkan perhatian bersama. Hal ini dikarenakan mereka berada pada periode penting 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.

“Stunting bukan sekadar persoalan kurang gizi, tetapi persoalan kualitas generasi masa depan yang harus ditangani secara bersama-sama,” ucap Sinta.

Ketua Forum Mitra SPPG Kecamatan Praya Timur Lalu Suparlan menjelaskan bahwa forum ini dibentuk sebagai wadah gotong royong berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan dan sosial di masyarakat. Kehadiran forum ini diharapkan memperkuat pelayanan keluarga sekaligus menjadi bagian dari gerakan orang tua asuh pencegahan stunting.

“Kami ingin para mitra tidak hanya hadir sebagai pendukung program, tetapi menjadi bagian dari solusi. Semangat orang tua asuh inilah yang ingin kami bangun, yaitu kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak-anak dan kesehatan keluarga,” ujar Lalu.

Berdasarkan data Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan NTB, sasaran penerima manfaat MBG 3B di Kecamatan Praya Timur mencapai 6.239 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 768 ibu hamil, 1.538 ibu menyusui, dan 3.933 balita.

Melalui forum ini, kolaborasi antara pemerintah, PKK, Tim Pendamping Keluarga, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dunia usaha, hingga tokoh masyarakat terus diperkuat. Distribusi makanan bergizi juga dijadikan sarana edukasi mengenai gizi seimbang, ASI, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Gerakan ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang membangun kepedulian sosial melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan MBG 3B guna membangun generasi unggul dari keluarga sehat. (rara-HOTTOPIC)