Lombok Timur, HOTTOPIC – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menata sistem pengelolaan dengan memperkuat penerapan sistem digitalisasi pada setiap transaksi di sejumlah destinasi wisata guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Melihat kawasan wisata Sembalun dan aktivitas pendakian gunung Rinjani cukup banyak didatangi para wisatawan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan kembangkan kawasan tersebut untuk mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD),” kata Bupati Lombok Timur Haerul Warisin di Lombok Timur, Senin.
Pemerintah daerah menyiapkan pembayaran sistem digital untuk aktivitas ekonomi, penginapan, restoran, dan layanan lainnya. Banyaknya wisatawan yang datang ke Sembalun dinilai memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi daerah serta masyarakat setempat.
“Selama ini sektor pendakian belum sepenuhnya memberikan kontribusi maksimal bagi daerah,” katanya.
“Ketika orang menginap, makan, dan transaksi wisata lainnya, harus tercatat langsung secara digital, agar pajaknya masuk ke kas daerah,” ujarnya.
Selain itu, Bupati menjelaskan bahwa pembagian manfaat dari aktivitas pendakian dan destinasi lain di kawasan Sembalun sedang dalam tahap penyiapan regulasi oleh pemerintah daerah.
“Kemungkinan pembagian pendapatan antara pemda, desa dan kelompok sadar wisata, dari sejumlah destinasi regulasinya sedang disusun,” katanya.
Ia menegaskan pembangunan di kawasan Sembalun harus mengacu pada tata ruang, di mana tidak diperbolehkan membangun di lokasi yang rawan bencana termasuk di atas lahan produktif. Pengembangan kawasan wisata Sembalun akan difokuskan pada basis pertanian atau agrowisata dengan tetap mempertahankan keindahan alamnya.
“Wisata boleh berkembang, tetapi lahan pertanian tetap harus dijaga. Jangan sampai pembangunan justru merusak daya tarik utama Sembalun,” katanya. (HOTTOPIC NETWORK)

