MATARAM, HOTTOPIC – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memang telah usai digelar. Namun, pesan yang ditinggalkan dari perhelatan akbar tersebut masih menjadi refleksi penting bagi masyarakat, khususnya dalam upaya membangun karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.
MTQ XXXI NTB yang berlangsung di Bencingah Agung Masmirah, Kabupaten Lombok Tengah, tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bagi qari dan qariah terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di NTB.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali posisi Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, saat menutup MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB menegaskan bahwa esensi utama MTQ bukan hanya soal meraih gelar juara.
Lebih dari itu, MTQ harus mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, mulai dari membaca, memahami, hingga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi, media sosial, dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.
Kondisi tersebut membutuhkan fondasi moral dan spiritual yang kuat agar generasi penerus mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif tanpa kehilangan arah.
Karena itu, pendidikan Al-Qur’an dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta akhlak yang baik.
“MTQ tidak hanya sekadar mencari yang terbaik, tetapi mengingatkan kita semua akan pentingnya menanamkan pendidikan Al-Qur’an kepada anak-anak kita. Al-Qur’an insyaallah akan menjadi benteng yang sangat baik bagi generasi yang akan melanjutkan pembangunan Nusa Tenggara Barat,” ujar Wagub.
Antusiasme masyarakat selama pelaksanaan MTQ XXXI juga menunjukkan kuatnya tradisi keagamaan yang masih hidup di NTB. Ribuan warga memadati arena kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan sebagai bentuk dukungan terhadap syiar Al-Qur’an yang terus berkembang di Bumi Gora.
Selain menjadi ajang pembinaan tilawah dan pengembangan bakat, MTQ juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi yang mempererat persaudaraan antardaerah. Peserta, pendamping, dewan hakim, dan masyarakat yang hadir menjadi bagian dari upaya bersama menjaga serta melestarikan tradisi keislaman yang telah mengakar di NTB.
Pada MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB tahun 2026, Kabupaten Lombok Tengah berhasil meraih gelar juara umum dengan perolehan nilai tertinggi. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat. Meski demikian, capaian tersebut bukanlah pesan utama dari penyelenggaraan MTQ.
Pesan yang lebih besar adalah bagaimana semangat mencintai Al-Qur’an dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTB untuk mewujudkan daerah sebagai Serambi Al-Qur’an.
Dalam konteks tersebut, MTQ dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan salah satu instrumen penting untuk memperkuat budaya Qur’ani di lingkungan keluarga, sekolah, pesantren, dan masyarakat.
Dari Masmirah, pesan itu kembali ditegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kemajuan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga fondasi moral yang kokoh. Melalui pendidikan dan pengamalan Al-Qur’an, NTB berharap dapat melahirkan generasi masa depan yang berkarakter, berintegritas, dan siap melanjutkan pembangunan daerah.
Jurnalis: HOTTOPICnews Network
Editor: Basuki

