Dampak Tambang Jadi Perhatian, Konjen AS Datangkan Pakar Air AWEP ke NTB

MATARAM, HOTTOPIC – Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu daerah yang dipilih dalam program Ambassadors Water Expert Program (AWEP) yang difasilitasi Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pemilihan NTB tidak lepas dari berbagai aspirasi dan perhatian yang berkembang terkait kualitas sumber air, kesehatan masyarakat, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) John McDaniel, saat bertemu Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri di Mataram pada Senin (15/6/2026).

McDaniel menjelaskan bahwa AWEP merupakan program yang menghadirkan pakar-pakar sumber daya air dari AS ke berbagai negara mitra untuk berbagi pengalaman, pengetahuan teknis, serta memperkuat kapasitas daerah dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.

Menurutnya, NTB dipilih karena adanya berbagai masukan dari pemerintah daerah maupun masyarakat terkait kekhawatiran terhadap kualitas air dan dampak lingkungan yang berpotensi muncul akibat aktivitas pertambangan.

“Kami memilih NTB karena banyak menerima aspirasi dari pemerintah maupun masyarakat mengenai kekhawatiran dampak pertambangan terhadap lingkungan dan kesehatan. Melalui program ini, kami ingin berbagi pengalaman dan keahlian teknis untuk membantu menilai kualitas air serta memitigasi dampak kegiatan pertambangan seperti tembaga, emas, dan nikel,” ujar McDaniel.

Melalui program tersebut, pakar hidrologi dari AS akan terlibat dalam berbagai kegiatan diskusi, pelatihan, pertukaran pengetahuan, hingga kajian teknis yang berkaitan dengan kualitas air dan pengelolaan lingkungan.

Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri menyambut baik perhatian Pemerintah AS terhadap isu lingkungan dan sumber daya air di daerahnya. Menurutnya, persoalan air bersih masih menjadi salah satu tantangan yang perlu terus diperbaiki karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

“NTB memiliki potensi tambang yang besar, namun kita juga menghadapi tantangan terkait pencemaran sumber air bersih yang berimplikasi pada kesehatan masyarakat, termasuk penanganan stunting. Kehadiran program ini sangat relevan dengan upaya perbaikan sanitasi dan ketersediaan air bersih yang sedang kami lakukan,” kata Wagub.

Selain membahas kualitas air, pertemuan tersebut juga menyinggung pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, termasuk kawasan konservasi dan daerah tangkapan air yang memiliki peran strategis bagi keberlanjutan pembangunan di NTB.

Pemerintah Provinsi NTB berharap kolaborasi dengan tim AWEP dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi yang bermanfaat bagi pengelolaan sumber daya air, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.

Bagi NTB, kerja sama ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga peluang memperkuat tata kelola lingkungan yang seimbang antara pemanfaatan sumber daya alam dan keberlanjutan ekosistem.

Jurnalis: HOTTOPICnews Network
Editor: Basuki