Olahraga Berkuda Memanah NTB Bakal Jadi Barometer Nasional, Ini Kata Ketum Pordasi

Mataram, HOTTOPIC – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pordasi Berkuda Memanah, Triwatty Marciano, menilai Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi pusat olahraga berkuda memanah nasional dalam acara pelantikan pengurus daerah di Mataram, Sabtu (20/6/2026).

“Kekuatan utama NTB terletak pada ketersediaan kuda lokal yang melimpah serta tradisi berkuda yang telah mengakar di masyarakat,” kata Triwatty seusai melantik Pengurus Pordasi Berkuda Memanah NTB periode 2026-2030.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Ketua KONI NTB sekaligus Anggota DPR RI Mori Hanafi, serta sejumlah jajaran pengurus olahraga dan perwakilan pemerintah daerah setempat.

Triwatty menjelaskan bahwa NTB memiliki modal strategis yang jarang dimiliki daerah lain, yakni keberadaan kuda lokal berkualitas dan sumber daya atlet yang lahir dari tradisi pacuan kuda turun-temurun.

Ia menyoroti keberadaan joki cilik yang selama ini menjadi ikon budaya di NTB sebagai aset yang sangat potensial untuk diarahkan menjadi atlet profesional dalam cabang olahraga berkuda memanah.

“Kita bisa kembangkan dari atlet-atlet joki cilik, kemudian dilatih kemampuan memanahnya. Kuda juga tersedia karena NTB merupakan salah satu gudang kuda. Ini menjadi modal yang sangat besar,” tutur Triwatty.

Saat ini, Pordasi tengah menjalankan program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan nilai jual dan kualitas kuda-kuda asli daerah agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

“Program kami dari pusat adalah mengembangkan kuda-kuda yang ada di daerah sehingga nilai kuda lokal meningkat, peternak mendapatkan manfaat ekonomi, dan kuda-kuda daerah semakin dikenal, bukan hanya di NTB tetapi juga secara nasional,” ujar dia.

Triwatty juga berkomitmen memberikan ruang yang lebih luas bagi kuda lokal dalam berbagai ajang resmi, termasuk pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana kelas-kelas pertandingan akan lebih banyak menggunakan kuda daerah.

“Sejak empat tahun lalu saya berjanji ingin mengangkat kuda-kuda daerah. Untuk PON nanti, mayoritas kuda yang dipertandingkan adalah kuda daerah. Ini merupakan aspirasi dari daerah-daerah yang ingin kuda lokal mendapat kesempatan tampil di tingkat nasional,” kata Triwatty.

Kebijakan tersebut diharapkan memberikan keuntungan ekonomi dan prestasi bagi NTB yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan kuda terbesar di Indonesia.

“Menurut saya, NTB sangat potensial menjadi salah satu gudang atlet berkuda memanah nasional. Modalnya sudah ada, tinggal pembinaan yang harus diperkuat,” ujar dia.

Guna mendukung visi tersebut, Triwatty menekankan pentingnya pembangunan fasilitas olahraga yang memadai sebagai fondasi awal pembinaan atlet, kuda, hingga peningkatan kapasitas pelatih secara berkelanjutan.

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan daerah untuk menyiapkan sarana dan prasarana. Insyaallah besok kami akan melihat lokasi pacuan kuda yang dibantu Bupati Lombok Tengah sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028,” ujar dia. (rara-HOTTOPIC)