Jakarta, HOTTOPIC – Bank NTB Syariah secara resmi kembali diaktifkan oleh Pemerintah sebagai lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke-43 secara nasional guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Penunjukan kembali bank daerah ini dilakukan setelah sempat vakum selama tujuh tahun, yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) antara Kementerian UMKM dan Bank NTB Syariah di Mataram, Sabtu (20/6/2026).
Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik menyatakan bahwa perluasan akses pembiayaan menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor produktif di daerah.
“Kehadiran kembali Bank NTB Syariah diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sekaligus memperkuat perekonomian daerah,” kata Riza.
Pemerintah terus mengarahkan penyaluran KUR kepada sektor-sektor yang memiliki dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah ekonomi, seperti sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, industri pengolahan pangan, hingga industri kreatif.
“Ketika pembiayaan masuk ke sektor produksi, lapangan kerja akan bertambah dan nilai tambah ekonomi yang dihasilkan daerah juga semakin besar,” ujarnya.
Riza menilai pembiayaan merupakan salah satu pilar penting dalam ekosistem pemberdayaan UMKM. Namun, akses modal perlu didukung oleh berbagai aspek lain seperti legalitas usaha, pendampingan, digitalisasi, akses pasar, dan penguatan kemitraan usaha.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah yang kembali menunjuk Bank NTB Syariah sebagai penyalur KUR.
Pada tahun 2026, Bank NTB Syariah memperoleh alokasi KUR sebesar Rp40 miliar. Alokasi tersebut terdiri atas Rp30 miliar untuk pembiayaan UMKM dan Rp10 miliar untuk pembiayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Kami ingin pembiayaan ini benar-benar mendorong pertumbuhan sektor produktif dan membantu pengusaha UMKM berkembang secara berkelanjutan,” ujar Nazaruddin. (rara-HOTTOPIC)

