Pemkot Mataram Ajukan Perbaikan 45 Sekolah ke Pemerintah Pusat

MATARAM, HOTTOPIC – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Pendidikan telah mengajukan usulan perbaikan bagi 45 sekolah di tingkat SD dan SMP ke pemerintah pusat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Syarafuddin mengatakan sebanyak 45 sekolah yang diajukan itu terdiri atas 30 SD, dan 15 SMP.

“Semua proses usulan kini masih melewati proses verifikasi dan menunggu panggilan dari pusat berdasarkan data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) masing-masing sekolah,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, dalam pengajuan ini Disdik sifatnya hanya mengetahui, sebab berbagai proses usulan dan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) renovasi sepenuhnya dilakukan oleh sekolah.

Besaran nilai usulan bantuan renovasi sekolah bervariasi, mulai dari ratusan juta hingga mencapai Rp1 miliar lebih, tergantung jenis fasilitas sekolah yang akan diperbaiki.

“Misalnya, ada sekolah yang butuh perbaikan tembok keliling, ruang kelas, atap, dan yang paling banyak adalah untuk perbaikan fasilitas toilet,” Syarafuddin.

Apabila usulan sekolah tersebut disetujui oleh pemerintah pusat, kepala sekolah bersangkutan akan dipanggil langsung oleh pemerintah pusat untuk tandatangan bantuan renovasi.

“Anggaran bantuan akan masuk langsung ke rekening masing-masing sekolah dan dikelola sepenuhnya oleh sekolah,” katanya.

Sementara khusus kegiatan revitalisasi sekolah yang dilaksanakan dengan menggunakan APBD Kota Mataram tahun 2026, saat ini sedang berjalan di tujuh sekolah dengan total anggaran Rp2,2 miliar.

Tujuh sekolah yang menjadi lokasi kegiatan rehabilitasi saat ini meliputi empat SD dan tiga SMP. Untuk SDN 30 Cakranegara, SDN 40 Cakranegara, dan SDN Model dilakukan kegiatan penambahan ruang kelas baru.

Sedangkan untuk SDN 13 Ampenan dilakukan rehabilitasi atap dan penataan ruang kelas, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kegiatan rehabilitasi sekolah berupa penambahan ruang kelas baru juga dilaksanakan sekolah tingkat SMP, yakni SMPN 8 Mataram, SMPN 17 Mataram, dan SMPN 19 Mataram.

“Untuk kegiatan di tingkat SMP semuanya untuk penambahan ruang kelas baru, guna mendukung fasilitas di sekolah tersebut seiring peningkatan jumlah siswa,” katanya.

Dengan total anggaran Rp2,2 miliar, masing-masing sekolah mendapatkan alokasi anggaran yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan, mulai dari Rp200 juta hingga Rp400 juta per sekolah.

​Terkait mekanisme pengerjaan, seluruh proyek ini menggunakan sistem Penunjukan Langsung (PL) mengingat nilai anggarannya berada di bawah batasan wajib tender yakni di bawah Rp400 juta.

“Proyek rehabilitasi tujuh sekolah tersebut ditargetkan rampung saat tahun ajaran baru 2026/2027,” kata Syarafuddin.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki