Mataram (HOTTOPIC) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan kondisi cuaca saat ini di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai terasa lebih dingin sejak malam hingga dini hari bila dibandingkan dengan suhu udara sebelumnya.
“Cuaca di wilayah NTB terasa lebih dingin pada malam hari hingga pagi hari,” kata Prakirawan BMKG Nusa Tenggara Barat Nabilla Akhirta di Mataram, Sabtu.
Ia mengatakan cuaca terasa dingin pada malam hingga pagi hari disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya minimnya tutupan awan di siang atau sore hari.
“Sehingga, pada malam hari, panas yang diserap bumi pada siang hari akan lebih mudah dilepaskan kembali ke atmosfer dengan sangat cepat (radiasi balik) tanpa adanya penghalang, yaitu awan,” katanya.
Selain itu, rendahnya kelembaban udara membuat permukaan bumi tidak bisa menahan panas lebih lama setelah matahari terbenam.
“Alhasil, udara dingin dari lapisan atmosfer atas lebih mudah turun ke permukaan,” katanya.
Selanjutnya, pergerakan angin di wilayah NTB saat ini sudah memasuki monsun Australia yang membawa massa udara bersifat kering, sehingga mendukung kondisi cuaca tersebut.
Berdasarkan data pengamatan, suhu udara minimum saat ini tercatat mencapai 17,5 derajat Celcius. Angka ini tergolong lebih dingin dari kondisi normal, di mana pada tahun lalu suhu rata-rata minimum periode Mei dan Juni berada di kisaran 22-23 derajat Celcius.
“Kondisi suhu udara yang lebih dingin seperti saat ini merupakan fenomena yang normal dan umum terjadi setiap tahun menjelang tibanya musim kemarau,” katanya.
Terkait kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan tubuh, menggunakan pakaian yang sesuai, memenuhi kebutuhan cairan, serta rutin memantau informasi cuaca resmi.
“Kami imbau warga tetap menjaga daya tahan tubuh terhadap perubahan cuaca yang terasa lebih dingin saat ini,” katanya. (HOTTOPIC NETWORK)

