Mataram, HOTTOPIC – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan bahwa warisan tekstil tradisional masyarakat Lombok kini semakin dikenal luas di kancah internasional berkat serangkaian riset dan publikasi ilmiah. Upaya ini ditandai dengan penyusunan buku bertajuk “Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali” yang menjadi referensi penting bagi dunia mengenai wastra khas Lombok.
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menyebutkan bahwa buku yang disponsori oleh kolektor asal Australia, Michael Abbott, ini merupakan bentuk kolaborasi budaya antara Indonesia dan Australia.
“Indonesia dengan Australia sangat dekat, kedua negara ini tetangga yang sangat dekat. Jadi, salah satu bentuk kolaborasi yang terus kami lakukan adalah membangun komunikasi kebudayaan,” ucapnya, Senin (27/7/2026).
Nuralam menambahkan bahwa selama ini literatur internasional mengenai kain Lombok sangat terbatas. Kehadiran buku setebal 500 halaman yang melibatkan penulis lokal Lombok serta peneliti dari Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia ini dianggap sebagai tonggak penting dalam mengisi kekosongan referensi global.
Sebagai upaya memperkuat dokumentasi sejarah, Museum NTB berkontribusi dengan menyumbangkan delapan foto artefak untuk buku yang dijadwalkan meluncur pada Oktober 2026 tersebut.
Museum NTB berharap langkah ini dapat memicu keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya melalui tulisan.
“Mudah-mudahan setelah ini semakin banyak generasi Sasak di Lombok yang menulis tentang kebudayaannya dan diterbitkan, supaya kekayaan khazanah kebudayaan dikenal oleh masyarakat luas,” kata Nuralam.
Kurator Emeritus Museum & Art Gallery of the Northern Territory (MAGNT) Australia, James Bennett, menjelaskan bahwa proyek penulisan buku ini telah berjalan selama tiga tahun melalui kerja sama intensif dengan pihak Museum NTB dan peneliti lokal.
Bennett menilai pelibatan banyak peneliti lokal dalam karya ilmiah ini dapat memperkaya perspektif mengenai kebudayaan Sasak serta meningkatkan posisi Lombok dalam literatur budaya dunia.
“Saya harap buku itu menjadi langkah untuk orang lokal mengadakan penelitian lebih dalam tentang sejarah kain di Lombok,” kata James.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

