LOMBOK BARAT, HOTTOPIC – Pemerintah Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, menggelar Rembug Stunting Tingkat Desa di Aula Kantor Desa Taman Sari pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini bertujuan merumuskan langkah konkret dalam percepatan penurunan angka stunting yang saat ini tercatat mencapai 70 balita di wilayah tersebut.
Forum ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Kecamatan Gunungsari, Puskesmas Gunungsari, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Pendamping Desa, PKK, serta kader kesehatan desa. Pertemuan ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk memetakan masalah kesehatan sekaligus menyusun strategi penanganan yang lebih efektif dan terintegrasi.
Kasi Kesos Kecamatan Gunungsari menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya bertumpu pada pemenuhan gizi semata. “Penanganan stunting tidak dapat hanya dilihat dari aspek makanan. Faktor lingkungan, terutama akses sanitasi dan air bersih, juga memiliki peran krusial dalam pencegahan dan penanganan stunting,” ujarnya dalam forum tersebut.
Kepala Desa Taman Sari, Zaini, menegaskan bahwa rembug ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya serius untuk menekan angka prevalensi stunting. Ia menyoroti tantangan di lapangan, di mana dari empat balita yang memerlukan rujukan medis, satu di antaranya masih terkendala persetujuan orang tua. “Angka 70 balita stunting merupakan pekerjaan rumah yang harus kita jawab bersama dan secara bertahap kita turunkan,” tegas Zaini.
Dalam diskusi yang difasilitasi oleh Pendamping Desa, peserta merumuskan tujuh langkah prioritas, di antaranya peningkatan akses air bersih, penguatan pola asuh anak, perbaikan sanitasi lingkungan, hingga peningkatan kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil rembug ini nantinya akan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa agar penanganan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan.
Penulis : Yulian Nurnaning / Pendamping Desa – Lokasi : (Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat)

