Mataram, HOTTOPIC – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi membentuk satuan tugas (satgas) penanganan pemulihan dan penataan Desa Adat Sade di Desa Rambitan, Kabupaten Lombok Tengah, pascaterjadinya musibah kebakaran pada Sabtu (22/08/2026).
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengatakan pembentukan satgas ini dilakukan menindaklanjuti arahan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam rapat pimpinan bersama Wakil Gubernur NTB di Kantor Gubernur, Mataram, Senin (24/8/2026).
Sadimin mengungkapkan bahwa struktur pimpinan satgas telah ditetapkan untuk memastikan efektivitas kerja di lapangan.
Sudah diputuskan satgas ini nanti dipimpin Asisten II Setda Pemprov NTB, ujar Sadimin kepada wartawan.
Ia menekankan bahwa langkah pembentukan satgas ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan dan penataan kembali kawasan wisata adat tersebut.
Tugas utama dari ketua satgas ini mempercepat pemulihan, mengkordinasikan rencana rehabilitasi, serta membagi peran antarinstansi terkait, kata Sadimin.
Berdasarkan data BPBD NTB, peristiwa tersebut berdampak pada 120 kepala keluarga (KK) atau sekitar 320 jiwa. Kerusakan bangunan meliputi 75 rumah adat, satu bangunan masjid, 8 lumbung alang-alang, 69 arsop, 4 berugak besar, 6 berugak sekepat, serta satu bale belik. Selain itu, fasilitas umum dan gerbang adat juga mengalami kerusakan.
Mengenai total kerugian materiil, Sadimin menyebutkan bahwa proses verifikasi masih berlangsung.
Kalau nilai kerugiannya berapa itu masih dihitung. Kalau Pemkab Lombok Tengah sebut Rp34 miliar nilai kerugiannya. Kalau dari kami masih dihitung ya, ujarnya.
Terkait teknis penyaluran bantuan kepada warga terdampak, ia menyatakan bahwa hal tersebut dikoordinasikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Kalau berapa kami tidak monitor karena ditangani di Lombok Tengah. Kalau dari BPBD NTB ada tenda, terpal, dan lain-lain, katanya.
Kesimpulan dari pernyataan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, adalah prioritas pemerintah saat ini adalah menjamin keselamatan, kebutuhan dasar, serta pemulihan psikologis warga terdampak agar kehidupan sosial ekonomi masyarakat dapat segera kembali normal.
Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dalam keadaan selamat, ujar Gubernur Iqbal.
Iqbal menegaskan, penanganan warga tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian. Pemerintah harus segera memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk sandang, pangan, serta rasa aman bagi keluarga yang rumahnya terdampak kebakaran.
Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan, tegas Iqbal.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

