Lombok Tengah, HOTTOPIC – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Kebudayaan mulai menginventarisasi artefak dan unsur budaya yang terdampak kebakaran di Kampung Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (23/8/2028). Langkah ini diambil sebagai upaya penyelamatan warisan budaya pascabencana.
Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, mengatakan pihaknya melakukan pengidentifikasian dan penyelamatan berbagai artefak budaya yang masih tersisa, termasuk mendokumentasikan pengetahuan, cerita, dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat adat Sade.
“Bagian terpenting adalah menyelamatkan artefak-artefak kebudayaan, termasuk cerita-cerita warga setempat,” ujar dia saat ditemui usai meninjau kondisi pascakebakaran Kampung Adat Sade di Lombok Tengah.
Ihwan menuturkan proses inventarisasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang terjadi terhadap benda-benda budaya maupun komponen budaya tak benda yang selama ini menjadi identitas Kampung Adat Sade.
Pihaknya menyimpulkan bahwa pelibatan masyarakat adat sebagai pemilik kebudayaan sangat krusial dalam menyusun langkah rekonstruksi dan perencanaan penataan ulang kawasan agar identitas Kampung Adat Sade tetap terjaga.
“Kami mengajak masyarakat sebagai pemilik kebudayaan untuk berpikir bersama bagaimana langkah supaya Kampung Adat Sade tidak hilang mengingat kawasan ini terkenal secara internasional,” kata Ihwan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa insiden kebakaran ini menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap aset budaya yang rentan terhadap bencana. Ia menekankan pentingnya sistem mitigasi di setiap desa adat di NTB.
“Semua desa adat di Nusa Tenggara Barat perlu dilengkapi sistem pemadam kebakaran atau early warning system. Desa adat juga harus memiliki aparatur yang dilatih khusus untuk mitigasi bencana,” ujar Ihwan.
Ihwan juga menilai bahwa pendokumentasian dan pembuatan replika artefak sangat penting sebagai langkah preventif agar warisan budaya tetap dapat dipulihkan jika terjadi bencana di masa mendatang.
“Dusun ini terkenal dengan tenun, maka barang-barang yang berkaitan dengan tenun perlu dilakukan dokumentasi. Kemudian ditiru (buat replika) supaya kalau ada kebakaran seperti ini warga masih memiliki alat lain,” kata dia.
Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis

