Produksi Mangga NTB Capai 1,3 Juta Kuintal, Balai Karantina Siapkan Strategi Ekspor

Lombok Barat, HOTTOPIC – Balai Karantina Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan bahwa komoditas buah mangga memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi mangga di NTB sepanjang tahun 2025 mencapai 1,30 juta kuintal atau setara 130.552 ton.

Kepala Karantina NTB, Ina Soelistyani, pada Senin (20/7/2026) menyatakan bahwa saat ini pemanfaatan buah mangga di NTB masih terbatas untuk kebutuhan domestik dan belum optimal digali untuk tujuan ekspor.

Ia menambahkan bahwa komoditas ini memiliki peluang signifikan untuk meningkatkan nilai ekspor non-tambang di NTB, asalkan standar kualitas dan persyaratan teknis dapat dipenuhi secara konsisten oleh para pelaku usaha.

Ketersediaan pasokan yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam memenangkan kepercayaan pasar global. Oleh karena itu, kontinuitas produk menjadi syarat mutlak bagi eksportir.

“Hal terpenting untuk ekspor adalah kontinuitas,” tegas Ina.

Selain mangga, Balai Karantina NTB turut menyoroti potensi komoditas kopi dan kakao yang memiliki karakteristik khas namun belum dimanfaatkan secara maksimal di pasar internasional.

Terkait regulasi, Ina memastikan bahwa proses penerbitan sertifikat karantina sebagai paspor ekspor akan berjalan cepat selama seluruh persyaratan teknis terpenuhi.

“Tidak sampai satu hari, hitungan jam, jika persyaratan teknis sudah terpenuhi di depan,” ungkapnya.

Pewarta: Ichan
Editor: Saiful Muhlis